Conte menggambarkan laga kontra Roma sebagai pertarungan yang sangat fisik dan menantang. “Itu adalah pertandingan bergaya Inggris, sekarang kita akan lihat kompetisi Eropa mana yang akan kita ikuti,” tuturnya, merujuk pada intensitas permainan yang ditampilkan kedua tim.
Di sisi lain, pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, justru melihat hasil imbang ini sebagai langkah positif. Ia memuji pendekatan timnya yang konsisten sepanjang musim. “Kami memiliki sikap positif sepanjang musim, itulah sebabnya kami berada di posisi keempat di klasemen,” jelas Gasperini.
Gasperini juga menyisakan sedikit penyesalan sekaligus optimisme. “Saya tidak takut untuk mengatakan bahwa jika kami memiliki Malen di paruh pertama musim, kami akan memiliki beberapa poin lebih banyak sekarang, tetapi pendekatan keseluruhan selalu sama,” ungkapnya.
“Kami hampir meraih kemenangan melawan tim-tim besar dan tersandung di rintangan terakhir di banyak pertandingan,” tambahnya. “Situasinya lebih baik di paruh kedua musim, karena kami menahan imbang Milan dan sekarang Napoli, meninggalkan kedua pertandingan dengan penyesalan karena kami hampir meraih kemenangan.”
Poin yang dibagi kedua tim ini memperjelas peta persaingan untuk menduduki posisi Liga Champions. Napoli dan Roma kini terlihat lebih solid, sementara persaingan di papan atas Serie A semakin panas jelang akhir musim.
Artikel Terkait
Rakitić: Kesuksesan Real Madrid di Liga Champions Bukanlah Kebetulan
PSM Makassar Amankan Kontrak Dua Pilar Utama di Tengah Badai Masalah
Persis Solo Hadapi PSM Tanpa Abu Kamara, Andalkan Pemain Berikatan dengan Makassar
Yuran Fernandes Berjuang Pertahankan Mimpi Timnas Tanjung Verde di Tengah Persaingan Ketat