Cosmo JNE FC meningkatkan tempo. Reza Gunawan mencetak gol di menit ke-25, kembali bikin timnya memimpin. Tapi Pangsuma FC punya Felipe. Striker andalan mereka kembali mengguncang gawang lawan di menit ke-30 dengan tendangan kerasnya. Gol ini sempat memicu keributan.
Salah satu pemain Cosmo JNE FC tergeletak di lapangan, diduga cidera. Pemain dan ofisial tim protes, minta permainan dihentikan sebelum gol terjadi. Wasit sempat ragu. Dia memutuskan untuk mengecek Video Support (VS). Setelah melihat ulang, wasit tetap mengesahkan gol. Keputusan itu bikin suasana makin memanas.
Di sisi lain, tekanan Pangsuma FC terus berlanjut. Yogi Saputra sukses memanfaatkan momen saat Cosmo JNE FC menerapkan power play. Dengan tenang, dia melepaskan tembakan jarak jauh ke gawang kosong. Skor berbalik 4-3 untuk keunggulan tuan rumah. Sorak-sorai penonton memenuhi arena.
Tapi, dalam futsal, dua menit adalah waktu yang sangat lama.
Cosmo JNE FC membuktikannya. Dalam kurun kurang dari 120 detik, mereka mencetak dua gol cepat. Revian menyamakan kedudukan di menit ke-36. Hanya beberapa puluh detik berselang, Reza Gunawan kembali menghantam. Skor berbalik dramatis menjadi 5-4. Pangsuma FC berusaha mati-matian, memainkan power play di menit akhir, tapi pertahanan Cosmo JNE FC terlalu solid. Mereka bertahan dengan gigih hingga peluit penutup laga dibunyikan.
Kemenangan 5-4 itu akhirnya mengukuhkan Cosmo JNE FC sebagai juara. Di tengah tekanan besar dari tuan rumah dan atmosfer final yang mencekam, Rizki Xavier dan kawan-kawan menunjukkan efektivitas yang luar biasa. Mereka pulang ke Jakarta membawa piala, mengakhiri drama sembilan gol di Pontianak dengan senyum kemenangan.
Artikel Terkait
Leclerc Soroti Kekurangan Power Unit Ferrari Usai Podium Ketiga di Jepang
PSS Sleman di Puncak Pegadaian Championship, Tekanan Meningkat Jelang Akhir Musim
PSIS Semarang Hadapi Barito Putera dalam Duel Penuh Tekanan di Liga 2
Bursa Transfer Super League: Pemain Brasil Kembali Jadi Primadona