Sebelumnya, Ange Postecoglou juga mengalami nasib serupa. Dia dipecat meski sempat membawa Spurs ke Liga Europa dan mengakhiri musim di posisi ke-17. Tampaknya, kursi panas pelatih Spurs memang bukan hal baru.
Yang paling mencolot dari kerja Frank adalah rekor buruk di kandang sendiri. Coba lihat statistiknya: hanya dua kemenangan dari 13 laga Liga Inggris di Tottenham Hotspur Stadium. Angka itu termasuk yang terendah se-liga. Cuma Wolverhampton di dasar klasemen yang punya catatan lebih menyedihkan. Secara keseluruhan, dari 38 pertandingan di semua kompetisi, kemenangan Spurs cuma 13 kali. Jelas tidak memadai.
Manajemen klub, dalam pernyataan resminya, tetap menyampaikan terima kasih atas kontribusi Frank. Mereka mengapresiasi upayanya membawa tim maju.
Namun begitu, pertanyaan besar kini menggantung: siapa yang akan memimpin tim? Terutama menghadapi laga panas melawan Arsenal dalam derby London Utara akhir bulan ini. Situasi ini benar-benar krusial bagi Spurs. Pergantian pelatih di tengah musim adalah langkah drastis, tapi mungkin perlu, untuk menyelamatkan klub dari ancaman yang lebih berat.
Artikel Terkait
Jay Idzes Soroti Energi dan Taktik Baru John Herdman di Debutnya dengan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Buka Peluang Kembali Berkarier di Indonesia
AS Roma Minat Rekrut Mohamed Salah, Syaratnya Potong Gaji Drastis
Herdman Soroti Tiga Pemain Kunci untuk Persiapan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030