Anak Aniaya Ibu Hingga Tewas di Banyuwangi, Diduga karena Stres
Suasana mencekam menyelimuti Kampung Baru, Lampon, di Desa Pesanggaran, Banyuwangi. Dini hari tadi, Selasa (31/3), warga digegerkan oleh teriakan yang memecah keheningan. Sumbernya dari sebuah rumah. Tak ada yang berani mendekat saat itu, rasa takut lebih besar. Ternyata, sebuah peristiwa tragis sedang terjadi: seorang anak menganiaya ibu kandungnya sendiri hingga tewas.
Korban adalah Suratun. Ia meninggal dengan luka-luka yang sangat parah. Menurut informasi, anaknya, Adi Setiawan, diduga menjadi pelaku dengan menggunakan senjata tajam dalam aksi itu sekitar pukul satu pagi.
Seorang saksi bernama Dalim adalah orang pertama yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Dari luar, dia mendengar keributan. Sempat ada niatan untuk masuk dan menolong. Namun begitu melihat pelaku membawa parang, niat itu pun urung. Dalim memilih untuk lari mencari bantuan.
"Dia sempat hendak memberikan pertolongan, namun situasi sangat mencekam," kata Kapolsek Pesanggaran, Kompol Maskur, mengonfirmasi keterangan saksi.
Dalim langsung menuju pos jaga Marinir Lampon. Dia melaporkan kejadian mengerikan yang baru disaksikannya itu. Tak butuh waktu lama, aparat kemudian bergegas ke lokasi kejadian perkara.
Pelaku, Adi Setiawan, akhirnya berhasil diamankan. Tidak ada perlawanan. Setelah situasi dinyatakan kondusif, petugas bersama warga memasuki rumah. Mereka menemukan Suratun sudah tak bernyawa. Ada juga korban lain, Dedi, yang mengalami luka parah. Dedi sempat dirawat di RS Pesanggaran sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Genteng.
Dari TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti. Ada parang, pisau, dan sebatang kayu. Barang-barang itu diduga kuat menjadi alat kejahatan.
Lantas, apa motif di balik perbuatan keji ini? Polisi masih menyelidiki. Tapi dari keterangan sementara yang berhasil dihimpun, Adi diduga mengalami tekanan psikologis yang berat. Konon, dia punya masalah pribadi yang berlarut-larut sejak bercerai dengan istrinya, sekitar tiga atau empat tahun silam. Stres itu diduga menjadi pemicu.
Saat ini, Adi sudah ditahan di Polsek Pesanggaran. Proses hukum sedang berjalan. Kapolsek Maskur juga berpesan kepada masyarakat.
“Kami meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang,” ujarnya.
Imbauannya jelas: warga diminta tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Kasus ini memang menyisakan duka dan tanda tanya yang dalam bagi seluruh keluarga dan tetangga di Lampon.
Artikel Terkait
Macron Puji Ketegasan Prabowo Perjuangkan Perdamaian dan Kedaulatan Palestina
Pelayanan Haji 2026 Meningkat Signifikan, Jemaah Tak Temukan Keluhan Berarti
48 Tewas dalam Bentrokan Faksi FARC di Amazon Kolombia Jelang Pemilu Presiden
Kementerian PKP Validasi 188 Lokasi Tanah untuk Percepatan Pembangunan Rusun dan Kota Satelit