Telomer Lebih Panjang, Usia Biologis Lebih Muda: Studi Ungkap Manfaat Tak Terduga dari Secangkir Kopi

- Selasa, 06 Januari 2026 | 06:15 WIB
Telomer Lebih Panjang, Usia Biologis Lebih Muda: Studi Ungkap Manfaat Tak Terduga dari Secangkir Kopi

Kopi dan Rahasia Umur Panjang: Benarkah Bisa Memperlambat Penuaan?

Bagi banyak orang, kopi sudah seperti ritual wajib di pagi hari. Sekadar pengusir kantuk? Ternyata, minuman hitam pekat ini punya cerita lain yang lebih dalam. Sebuah studi terbaru malah mengaitkannya dengan potensi memperlambat penuaan biologis bisa sampai lima tahun lebih muda.

Laporan itu dimuat di jurnal BMJ Mental Health. Intinya, mereka yang minum tiga sampai empat cangkir kopi setiap hari menunjukkan tanda-tanda penuaan sel yang lebih lambat. Menarik, bukan?

Penelitian ini melibatkan 436 orang dewasa dengan kondisi kesehatan mental tertentu, seperti skizofrenia atau depresi. Mereka lalu dikelompokkan berdasarkan kebiasaan ngopi sehari-hari.

Nah, di siniah temuan menariknya muncul. Kelompok yang rutin minum kopi dalam jumlah tersebut punya telomer yang lebih panjang. Apa itu telomer? Bayangkan saja sebagai "tutup plastik" di ujung tali sepatu yang mencegahnya dari berjumbai. Dalam sel, telomer melindungi ujung kromosom agar materi genetik kita tetap stabil.

Panjang pendeknya telomer sering jadi penanda usia biologis kita. Yang lebih panjang biasanya mengindikasikan sel yang lebih sehat dan awet muda. Menurut perkiraan studi ini, usia biologis peminum kopi reguler itu setara dengan lima tahun lebih muda dibanding yang tak pernah sentuh kopi.

Perlu dicatat, usia biologis beda dengan usia yang tercantum di KTP. Usia biologis lebih menggambarkan kondisi sel dan jaringan tubuh kita yang dipengaruhi gaya hidup, pola makan, dan tingkat stres.

Di sisi lain, telomer yang memendek cepat kerap dikaitkan dengan risiko penyakit kronis dan penuaan dini. Sebaliknya, telomer yang terjaga panjangnya menandakan perlindungan sel yang lebih baik.

Lantas, apa rahasia di balik kopi? Para ahli menduga, ini berkat kandungan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi di dalamnya. Zat-zat seperti polifenol itu berperan melawan stres oksidatif dan peradangan dua faktor utama yang bikin telomer cepat aus.

Namun begitu, jangan buru-buru menyeruput lima cangkir sekaligus. Peneliti tetap menekankan konsumsi bijak. Batas yang disebutkan ya itu tadi, tiga hingga empat gelas per hari. Lebih dari itu, manfaatnya justru bisa hilang, atau malah bikin efek positifnya tidak optimal.

Jadi, nikmati kopimu dengan porsi wajar. Siapa tahu, di balik seduhan yang harum itu, ada kesempatan untuk tetap merasa lebih muda dari angka sebenarnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar