Isu naturalisasi kembali menghangat di sekitar Timnas Indonesia. Kali ini, namanya Luke Vickery, winger muda Macarthur FC yang sedang naik daun di Liga Australia. Menariknya, dialah yang disebut-sebut sebagai calon pemain naturalisasi pertama di era pelatih baru, John Herdman.
Vickery sendiri mengaku sudah ada komunikasi. "Saya punya pilihan mewakili Australia, AS, atau Indonesia," ujarnya.
"Dan Indonesia cukup tertarik. Sudah ada sedikit pembicaraan untuk melihat berbagai peluang yang bisa saya dapatkan sebagai pemain," lanjut pemain 20 tahun itu, seperti dikutip dari media Australia, SmartB.
Meski begitu, ia tampak tak ingin terburu-buru. "Tentu semua orang ingin tampil untuk tim nasional. Tapi saat ini, saya baru menjajaki kemungkinannya saja," katanya lagi.
Performa Vickery musim ini memang layak diperhitungkan. Di klubnya, Macarthur FC, ia sudah menjadi mesin gol yang cukup produktif. Dari 18 laga di berbagai kompetisi, ia berhasil membukukan lima gol dan tiga assist. Angka yang cukup bagus untuk seorang pemain muda.
Lantas, di mana posisinya jika nanti benar-benar membela Garuda? Dalam skema 3-4-3 yang digemari Herdman, Vickery bisa diandalkan sebagai winger kanan. Namun, bakatnya tak cuma di situ. Ia juga bisa diplot di sayap kiri atau bahkan sebagai striker tengah. Fleksibilitas ini tentu jadi nilai plus.
Di sisi lain, kedatangannya berpotensi menggeser pemain yang sudah ada. Ambil contoh Rafael Struick dan Mauro Zijlstra. Struick, yang biasa menghuni sayap, harus bersaing langsung dengan Vickery untuk posisi yang sama.
Sementara Zijlstra, yang sedang berjuang untuk comeback, bisa menemui jalan lebih terjal. Pasalnya, Vickery juga bisa mengisi posisi striker yang menjadi andalan Zijlstra. Persaingan di lini depan Timnas Indonesia diprediksi akan semakin ketat dan panas.
Jadi, apa langkah PSSI selanjutnya? Menarik untuk ditunggu, apakah Vickery benar-benar akan menjadi gebrakan pertama Herdman, atau justru ada nama-nama lain yang sedang dalam pembicaraan. Satu hal yang pasti, bursa naturalisasi Indonesia tampaknya belum akan berhenti di sini.
Artikel Terkait
Hantavirus di Kapal Pesiar Atlantik: Bukan Ancaman Pandemi, Tapi Risiko Lingkungan yang Perlu Diwaspadai
Mobilitas Warga Meningkat, Perjalanan Wisatawan Nusantara Tembus 319 Juta pada Kuartal I 2026
Penembakan di Dekat Gedung Putih Warnai Kontras Met Gala 2026 di New York
Lansia 64 Tahun Ditikam Tetangga di Pondok Aren saat Gendong Cucu, Pelaku Diduga Sakit Hati