“Kami sangat senang bisa menyelesaikan urusan Yildiz. Untuk McKennie, pembicaraan sedang berlangsung. Begitu pula dengan pelatih Spalletti kami sangat puas dengan kerjanya dan akan duduk bersama dalam beberapa minggu ke depan,” paparnya.
Di sisi lain, tantangan di lapangan tak bisa diabaikan. Juventus kini bersiap menghadapi ujian berat: Derby d’Italia melawan Inter Milan, sang pemuncak klasemen. Hasil imbang AS Roma 2-2 kontra Lazio juga membuat persaingan di papan atas semakin panas, dengan Roma yang makin mendekat.
“Dalam sepak bola, ada kalanya hasil memihak, ada kalanya tidak. Tapi yang pasti, kami puas dengan performa tim dan harus melangkah dengan keyakinan penuh,” tegas Ottolini soal dinamika tersebut.
Setelah pertarungan sengit melawan Inter, perhatian akan terbelah. Babak play-off Liga Champions menanti, dengan Galatasaray sebagai lawan. Namun, Ottolini menegaskan prioritas tetap jelas: mengamankan posisi empat besar Serie A adalah kunci segalanya sebelum berpikir lebih jauh di Eropa.
“Target utama adalah finis di empat besar. Baru setelah itu, kami akan berkonsentrasi penuh untuk pertandingan di Istanbul dan berharap bisa melaju,” tutupnya.
Jadi, begitulah strategi Juventus pasca-transfer window. Gagal dapat striker, tapi berusaha mati-matian menjaga stabilitas dengan mempertahankan pilar-pilar kunci. Sebuah sinyal kuat bahwa konsistensi di domestik dan cita-cita di Eropa sama-sama dijaga, meski harus dengan jalan yang sedikit berbeda dari rencana awal.
Artikel Terkait
Fu Haifeng, Legenda Bulutangkis China, Ternyata Berdarah Indonesia
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan