Indonesia kini jadi rujukan dunia soal pangan. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan capaian swasembada negeri ini bahkan telah diakui lewat penghargaan internasional.
“Banyak negara datang belajar ke Indonesia, mulai dari Jepang, Kanada, hingga Belarus,” ujarnya.
“Ini bukti bahwa kita berada di jalur yang benar menuju swasembada pangan.”
Pernyataan itu ia sampaikan di Makassar, Jumat (27/3/2026), saat membuka Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI, seperti dilaporkan Antara.
Namun begitu, di balik optimisme itu, Amran tak menampik ancaman yang masih mengintai. Krisis pangan, katanya, adalah persoalan serius yang bisa menggoyah stabilitas nasional. Ketergantungan pada impor bukan cuma soal ekonomi, tapi juga bisa memicu tekanan politik yang tak ringan.
"Satu juta ton impor beras bisa membawa tekanan besar dari negara pengekspor," tegasnya.
Di sisi lain, Mentan Amran kembali menekankan pentingnya kerja keras. Filosofi itu ia anggap sebagai kunci utama dari semua kesuksesan yang telah diraih.
"Doa tanpa tindakan adalah nol. Sukses itu tidak gratis," ucapnya di hadapan para saudagar.
"Kita harus bersatu dan bekerja nyata."
Artikel Terkait
KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil Mewah dalam Kasus Suap Bupati Muara Enim ke BPK
Pentagon Tutup Sejumlah Area Usai Deteksi Cemaran Bahan Berbahaya di Dalam Gedung
Piala Dunia 2026 Dimulai di Tengah Ketegangan Global dan Polemik Visa Tiga Negara Tuan Rumah
Jumlah ASN Capai 6,7 Juta, BKN Percepat Digitalisasi dan Penguatan Sistem Merit