Slot pun kembali menekankan insiden yang melibatkan Salah itu. Dia bersikeras itu adalah peluang gol yang jelas. “Kita bisa bahas banyak keputusan wasit. Tapi saya ingin soroti satu momen: saat Mo lolos dan bajunya ditahan Guehi. Siapa pun yang pernah datang ke Anfield dalam delapan tahun terakhir tahu, kalau Mo dapat posisi seperti itu, hampir pasti gol. Itu adalah penolakan terhadap peluang mencetak gol yang nyata,” tegasnya dengan nada kesal.
Di sisi lain, kapten tim, Virgil van Dijk, memilih pendekatan yang berbeda. Saat diwawancara oleh outlet yang sama, sang bek tengah tampaknya sudah muak membicarakan keputusan wasit.
“Kami tidak punya pengaruh atas hal-hal seperti itu. Soal penalti untuk Nunes, wasit seharusnya bisa memberikannya. Tapi dia bergerak terlalu cepat. Pada akhirnya, kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri.”
Van Dijk lebih memilih untuk segera melupakan kekalahan ini dan fokus pada pertandingan berikutnya. Tantangan berikutnya, melawan Sunderland yang masih tak terkalahkan di kandang musim ini, sudah menunggu.
“Kami harus segera mengalihkan fokus. Itu akan jadi laga yang sulit. Tapi ini justru tantangan yang bagus untuk kami,” pungkasnya, berusaha menatap ke depan.
Kekalahan di Anfield selalu terasa pahit. Dan kali ini, rasa pahit itu bercampur dengan kekecewaan mendalam pada keputusan-keputusan yang dianggap merugikan. Suasana di klub merah Merseyside itu jelas: mereka harus bangkit, dan cepat.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026