Menyambut babak Grup II Dunia yang akan digelar pada September mendatang, Erick menegaskan semangat bertarung harus tetap menjadi prioritas, baik sebagai tuan rumah maupun tim tamu.
“Nanti September (Grup II Dunia Piala Davis) Insya Allah, entah kita jadi tuan rumah, atau mungkin nanti kita bertandang, tapi sama saja tuan rumah bertandang, harus tetap bertarung," tegasnya.
Momentum Kebangkitan Tenis Nasional
Erick Thohir melihat momen ini sebagai bagian dari kebangkitan tenis Indonesia. Dengan masuknya tenis ke dalam 21 cabang olahraga unggulan pemerintah, ia berharap prestasi ini dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
"Pemain juga saya rasa memang kebetulan kita punya bakat-bakat yang bagus di tenis. Mudah-mudahan ini bisa konsisten. Apalagi Bapak Presiden sudah memasukkan tenis menjadi 21 cabor unggulan," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan upaya sistematis dalam pendanaan dan pembinaan atlet, mulai dari level junior hingga senior yang ditargetkan untuk Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games. Pola pendanaan yang terbatas, menurutnya, justru harus dijawab dengan perencanaan yang matang.
"Jadi memang sesuai dengan pola daripada pendanaan yang kami punya, terbatas memang. Tetapi dengan keterbatasan ini jangan kita mengeluh,” katanya.
“Justru kita sekarang bikin pola targeting system dengan KPI-KPI tadi. Jadi masing-masing atlet punya targetnya sendiri-sendiri, dan mudah-mudahan ini menjadi sumbangsih yang bisa membuat prestasi daripada tenis secara konsisten ke depan,” tutup Erick.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026