Setelah tujuh hari yang melelahkan, pencarian di Gunung Bulusaraung akhirnya mencapai titik akhir. Jumat lalu, dua korban terakhir dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan. Ini sekaligus menutup babak operasi penyelamatan di lokasi kejadian yang terpencil itu.
Medannya benar-benar berat. Cuaca di kawasan Pangkep, Sulawesi Selatan itu juga tak bisa ditebak, kadang cerah lalu tiba-tiba berkabut tebal. Namun begitu, tim gabungan yang dipimpin Letda Infanteri Sudirman dari Yonif 700/Wira Yudha Cakti terus bergerak. Mereka adalah gabungan dari TNI, Basarnas, dan warga setempat yang tak kenal lelah.
Mereka mengerahkan apa saja yang dimiliki, dari tenaga prajurit hingga alutsista, untuk menjangkau setiap sudut. Tujuannya satu: menemukan dan membawa pulang semua korban.
Dengan ditemukannya dua jenazah terakhir itu, total korban yang berhasil dievakuasi menjadi sepuluh orang. Semuanya.
“Operasi SAR gabungan telah tuntas dilaksanakan,” begitu bunyi pernyataan resminya.
Kini, proses selanjutnya telah dimulai. Seluruh jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin. Dari sana, mereka akan dipindahkan ke RS Bhayangkara Makassar. Di sanalah tim forensik akan bekerja untuk memastikan identitas masing-masing, memberikan kepastian yang pahit namun diperlukan bagi keluarga yang menunggu.
Artikel Terkait
PSG Hajar Angers 3-0, Gol Cepat dan Dominasi Penuh Kokohkan Puncak Klasemen Ligue 1
Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Newcastle 1-0 Berkat Gol Cepat Eze
Tim SAR Makassar Cari Perempuan 51 Tahun yang Tersesat di Hutan Palopo
Barcelona Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Taklukkan Getafe 2-0