Pernyataannya bukan sekadar formalitas. PSM datang ke Sleman dengan kondisi skuad yang tidak lengkap. Dua pilar penting, Ananda Raehan dan Savio Roberto, harus absen. Ananda terkena sanksi kartu merah, sementara Savio masih dalam proses pemulihan cedera.
Ujian Kedalaman Skuad dan Peran Pemain Baru
Ketidakhadiran dua pemain kunci itu memaksa Tavares untuk meracik ulang komposisi tim. Situasi ini justru menjadi momen untuk menguji kedalaman skuad dan kontribusi pemain-pemain baru yang direkrut di putaran kedua. Tiga nama baru Dusan Lagator, Luka Cumic, dan Sheriddin Boboev mulai diintegrasikan.
Meski belum tampil dominan, kehadiran mereka memberikan warna berbeda. Lagator membawa ketenangan di lini belakang, Cumic menawarkan kreativitas dari sisi lapangan, sementara Boboev memberikan energi dan tekanan terhadap pertahanan lawan. Adaptasi ini tampak mulai membuahkan hasil.
Pelatih Tavares mengakui proses integrasi yang masih berjalan, namun optimistis dengan kontribusi para pemainnya. “Sampai saat ini skuat kami belum full. Namun ada beberapa pemain sudah siap dimainkan yang sebelumnya mereka tidak bisa kami mainkan. Saya percaya dan berharap mereka bisa memberikan performa terbaik,” jelasnya.
Fondasi untuk Melangkah ke Depan
Secara realistis, satu kemenangan ini belum serta-merta menyelesaikan semua tantangan yang dihadapi PSM. Konsistensi dan stabilitas performa tetap menjadi pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan sepanjang sisa kompetisi.
Namun, dari sisi psikologis, tiga poin ini nilainya sangat besar. Kemenangan ini berhasil memutus rantai hasil buruk, meredam berbagai spekulasi yang beredar, dan yang terpenting, mengembalikan kepercayaan diri di dalam ruang ganti. Bagi para pendukung setia di Makassar, hasil ini adalah sinyal bahwa semangat Pasukan Ramang belum padam.
Perjalanan di putaran kedua masih sangat panjang. Akan ada ujian yang lebih berat di depan. Tetapi, dengan menunjukkan daya juang dan kemampuan beradaptasi seperti di Sleman, PSM Makassar setidaknya telah meletakkan fondasi pertama untuk bangkit. Dalam sepak bola, sebuah momentum kecil seperti ini seringkali bisa menjadi awal dari perubahan yang lebih besar.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026