Abu Kamara Resmi Tinggalkan PSM, Gabung Persis Solo

- Minggu, 08 Februari 2026 | 12:00 WIB
Abu Kamara Resmi Tinggalkan PSM, Gabung Persis Solo

“Kadang-kadang kita bisa memenuhi ekspektasi yang ada, kadang-kadang tidak bisa,”

kata Tomas lagi. Ekspektasi yang ia maksud jelas bukan cuma soal mencetak gol, melainkan kontribusi menyeluruh dalam skema yang ia bangun. Gaya permainan dinamis dan disiplin dalam menjaga bentuk tim adalah kunci. Ketika satu bagian tak berfungsi, seluruh mesin bisa macet.

Di sisi lain, ini sama sekali bukan soal kualitas Abu yang diragukan. Tomas sendiri dengan tulus mendoakan yang terbaik untuk mantan anak asuhnya.

“Di mana pun dia berada, saya berharap yang terbaik untuk dia.”

Sepak bola memang keras seperti itu. Seorang pemain bagus bisa saja tersingkir bukan karena buruk, tapi karena tidak pas dengan gaya pelatih. Keputusan seperti ini lebih bersifat taktikal, jarang yang personal.

Sekarang, PSM tampaknya sedang melakukan reset di lini depan. Kedatangan Sheriddin Boboev dan kemungkinan pemain asing baru adalah sinyal jelas: Trucha ingin striker yang benar-benar merepresentasikan visinya. Kepergian Abu Kamara hanyalah satu langkah dalam proses panjang itu.

Bagi sang striker sendiri, Solo mungkin jadi kanvas baru. Di Persis, sistemnya pasti beda, perannya bisa jadi lebih fokus sebagai target man, dan ekspektasinya mungkin lebih selaras dengan karakter yang ia miliki. Ini peluang emas untuk membuktikan diri.

Pada akhirnya, ini cerita tentang dua pihak yang mencari jalan terbaik. Bagi PSM, ini soal komitmen pada filosofi. Bagi Abu, ini tentang menemukan rumah yang tepat. Apakah keputusan berpisah ini akan jadi langkah brilian atau justru penyesalan? Hanya waktu yang bisa kasih jawabannya.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar