Kabupaten Aceh Tamiang baru saja menerima bantuan signifikan untuk pemulihan pascabencana. Danantara Indonesia menyerahkan 600 unit Rumah Hunian Sementara, atau yang biasa disebut Huntara, kepada pemerintah setempat. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat proses pemulihan bagi warga yang terdampak.
Acara serah terima berlangsung Kamis lalu, dihadiri langsung oleh Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, dan Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi. Prosesnya berjalan lancar.
Dalam keterangan resminya, Danantara menegaskan komitmennya.
"Danantara memastikan pembangunan Huntara ini dilakukan agar masyarakat yang terdampak bencana mendapat hunian yang layak dan aman," begitu bunyi pernyataan perusahaan.
Mereka tak main-main soal standar. Setiap unit dibangun dengan struktur yang aman, dilengkapi akses air bersih dan sanitasi yang memadai. Listrik dan layanan kesehatan juga disiapkan. Bahkan, fasilitas pendukung seperti klinik kecil dan taman bermain turut disediakan. Yang menarik, akses internet dan listrik diberikan tanpa biaya kepada para penghuni.
Kini, 600 unit itu sudah siap huni. Pemerintah kabupaten yang akan mengelola selanjutnya, mulai dari menetapkan penerima manfaat hingga proses penempatannya.
Ini baru langkah awal. Rencananya, Danantara akan terus melanjutkan pembangunan secara bertahap. Target mereka cukup ambisius: 15.000 unit dalam beberapa bulan ke depan. Tujuannya jelas, memastikan setiap keluarga korban bencana punya tempat tinggal sementara yang layak.
Progres pembangunan di lapangan sebenarnya sudah menunjukkan angka yang menggembirakan. Menurut laporan Kementerian PU, pembangunan Huntara di Aceh Tamiang sudah mencapai 75 persen. Mereka menargetkan semua rampung pada 10 Januari nanti.
Lokasinya di Gampong Bundar. Rancangannya terdiri dari 7 blok bangunan modular, di mana satu blok bisa menampung 12 kepala keluarga atau sekitar 48 orang.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, turut menyoroti komitmen pemerintah dalam proyek ini.
“Kami berkomitmen untuk men-support penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” ujarnya.
Jadi, harapannya, bantuan konkret ini bisa segera meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Mereka butuh kepastian dan rasa aman, dan Huntara diharapkan bisa menjadi awal yang baik.
Artikel Terkait
Pabrik Amonia Banggai Kembali Beroperasi Penuh Usai Pemeliharaan Terjadwal
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen dan Beri Insentif Baru untuk Tarik Arus Modal Asing
SOFA Akuisisi 10 Persen Saham Perusahaan Pengelola Sampah Energi Milik Zhejiang Weiming
Jababeka Bagikan Dividen Rp42,31 Miliar, Setara Rp2 per Saham