Argumen tentang Realitas Dunia Sepak Bola
Gaspart juga mencoba memberikan perspektif lain. Ia berargumen bahwa korupsi sistematis di sepak bola tingkat elite adalah hal yang sulit dibayangkan, mengingat emosi tinggi yang selalu menyertai setiap pertandingan.
"Apakah Anda pikir, dengan orang-orang yang meninggal karena serangan jantung akibat penderitaan di lapangan, bayangkan jika mereka tahu bahwa sepak bola itu korup…? Tolonglah," ujarnya retoris.
Dengan nada sarkastik, ia menambahkan, "Saya, presiden Barcelona, akankah saya meninggalkan Barça ketika mereka mengambil sapu tangan saya? Saya akan menjadi idiot jika saya bisa membeli pertandingan. Anda harus menjadi bodoh." Pernyataan ini menegaskan keyakinannya bahwa praktik semacam itu tidak logis untuk dilakukan.
Kekhawatiran atas Reputasi yang Tercemar
Di akhir pernyataannya, Gaspart menyoroti dampak reputasi yang sudah mulai meluas. Ia menceritakan pengalamannya yang justru mendapat pertanyaan tentang kasus ini dari luar negeri, menunjukkan betapa isu ini telah mendunia.
"Sungguh kejam apa yang sedang dilakukan, dan bukan hanya terhadap Barcelona. Saya baru saja datang dari Tiongkok dan dia bertanya kepada saya apa yang terjadi, karena mereka tidak membahas detailnya, dan klub tersebut dituduh," ungkapnya prihatin.
Gaspart menutup dengan keyakinan bahwa sepak bola pada dasarnya bersih. "Sepak bola tidak korup, dan mereka akan menuntutnya jika orang-orang memikirkannya," tambahnya, berharap publik dapat melihat persoalan ini dengan lebih jernih. Kesaksiannya menjadi bagian penting dari rangkaian panjang proses hukum yang masih terus berlanjut.
Artikel Terkait
Persebaya Incar Ramadhan Sananta dan Victor Dethan untuk Proyek Ambisius Bernardo Tavares
FIFA Tolak Sanksi untuk Israel, Abaikan Putusan dan Kritik ICJ
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Ungguli Rival Rookie di Dua Seri Pembuka Moto3 2026