Malam Sabtu di wilayah Israel Selatan tak lagi sunyi. Dua rudal balistik Iran menghantam tanah, tepatnya di sekitar kota Dimona dan Arad. Ledakannya melukai puluhan orang dan meninggalkan kerusakan pada beberapa bangunan. Yang menarik, kedua rudal itu berhasil menembus sistem pertahanan udara canggih Israel, David's Sling.
Menurut laporan pertama dari media setempat, sistem pertahanan berteknologi tinggi itulah yang gagal menjalankan tugasnya. Militer Israel sendiri, ketika dikonfirmasi, mengakui bahwa David's Sling mengalami kerusakan. Sistem yang diambil dari nama tokoh Alkitab penakluk Goliath itu sebenarnya sudah beroperasi sejak 2017, dirancang khusus untuk menghadapi roket berat dan rudal jelajah.
Lalu, bagaimana bisa rudal Iran lolos?
Sepertinya ada pembagian tugas di lapangan. Untuk ancaman seperti rudal balistik jarak jauh yang ditembakkan Iran malam itu biasanya ditangani oleh sistem Arrow yang beroperasi di luar atmosfer. Sementara untuk hujan roket jarak pendek, Israel mengandalkan Iron Dome dan teknologi laser terbaru mereka, Iron Beam. David's Sling berada di tengah-tengah spektrum ancaman itu. Malam Sabtu itu, sesuatu gagal berfungsi.
Artikel Terkait
ASDP Siapkan Kapal Khusus Motor Jika Arus Balik di Bakauheni Padat
Arus Balik Lebaran Meningkat 50%, Pengelola Tol Siagakan Rekayasa Lalu Lintas
Pesawat Militer Kolombia Jatuh di Perbatasan, Puluhan Tewas
Nintendo Switch 2 Didesain dengan Baterai Mudah Diganti, Respons Aturan Uni Eropa