Kapten Ardiansyah Nur Bawa Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala Asia 2026

- Jumat, 06 Februari 2026 | 11:00 WIB
Kapten Ardiansyah Nur Bawa Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala Asia 2026

Membangun Legenda Bersama Black Steel

Kesetiaan dan konsistensi Anca teruji dalam perjalanan karier klubnya bersama Black Steel FC Papua. Perjalanan itu berliku, dimulai dari finis di posisi keempat pada 2017, lalu terus menanjak hingga puncaknya meraih gelar juara Liga Futsal Profesional 2021. Prestasi tertingginya di level klub ia raih dengan mengangkat trofi AFF Futsal Club 2023, menegaskan kapasitasnya di kancah regional.

Bersama Timnas Indonesia, perjalanannya juga penuh pembelajaran. Meski dua kali harus puas sebagai runner-up Piala AFF (2019 dan 2022), perannya sebagai anchor bek bertahan yang tangguh sekaligus memiliki insting serang yang tajam tak pernah diragukan. Pengakuan atas kualitasnya datang dengan diraihnya gelar Best Player Pro Futsal League 2024–2025.

Restu sebagai Pondasi Utama

Di balik keteguhan seorang Ardiansyah Nur, ada peran vital restu orang tua. Langkah awal karier profesionalnya sempat terhambat ketika ia bergabung dengan Mataram FC dan Antam FC, karena belum sepenuhnya mendapat izin dari keluarga. Namun, seiring waktu dan ketekunannya, dukungan penuh dari sang ayah dan ibu akhirnya mengalir. Restu itulah yang kemudian menjadi pondasi sekaligus penyemangat baginya untuk terus berjuang menjadi pemain terbaik.

Optimisme Menatap Masa Depan

Dengan tiket final di tangan, pandangan sang kapten tertuju pada masa depan futsal Indonesia yang lebih cerah. Ia melihat fondasi yang sedang dibangun saat ini sudah berada pada jalur yang tepat.

“Sudah di jalur yang benar dari segi pelatih, taktik, federasi sudah ada banyak dibenahi. Saya rasa sudah ada di jalur yang benar,” tutur Anca dengan penuh keyakinan.

Kisah Ardiansyah Nur adalah bukti nyata bahwa perpaduan antara bakat alam, kerja keras tanpa henti, dan dukungan keluarga dapat melahirkan prestasi yang membanggakan bangsa. Kini, tinggal satu tantangan terakhir: mengalahkan Iran di partai puncak untuk merebut gelar juara Asia dan mengukir sejarah yang tak terlupakan.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar