MURIANETWORK.COM - Indonesia Arena bergemuruh, Kamis (5/2/2026) malam, menyaksikan sejarah terukir. Timnas Futsal Indonesia berhasil mengamankan tiket final Piala Asia 2026 usai menaklukkan Jepang dengan skor 5-3 di babak semifinal. Di tengah euforia kemenangan bersejarah itu, sang kapten, Ardiansyah Nur, terduduk lemas di tengah lapangan, tak kuasa menahan haru.
Detik-Detik Haru Sang Pemimpin
Peluit panjang tanda kemenangan baru saja menggema ketika Ardiansyah Nur, atau yang akrab disapa Anca, ambruk di lantai arena. Air mata pria kelahiran Makassar, 27 Agustus 1997 itu meleleh, melepaskan segala beban dan perjuangan panjang yang tertumpu di pundaknya. Momen itu menangkap lebih dari sekadar kelegaan; ia menggambarkan puncak dari sebuah perjalanan dedikasi yang membawa timnya melampaui batas.
Sebagai kapten dan anchor tim, kontribusinya pada kemenangan monumental itu nyata. Salah satu tembakannya bahkan berhasil membobol gawang Jepang setelah membentur kaki pemain lawan, Takehiro Motoishi, dan mengecoh kiper yang menjaga.
Jejak Langkah dari Makassar
Profil Ardiansyah Nur tak bisa dilepaskan dari akar kuatnya di Makassar. Darah kota itu mengalir deras dalam nadinya, dibesarkan oleh pasangan Muh Nur dan Maryam B Densu. Seluruh jenjang pendidikannya, mulai dari SD Inpres Malengkeri 2, SMP Negeri 26, hingga SMA Negeri 11, ia tempuh di kota yang sama. Fondasi keilmuannya kemudian diperdalam di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (FIK UNM), di mana teori dan praktik olahraga menyatu membentuk mental atletnya.
Peralihan dari Rumput ke Lapangan Indoor
Jalan menuju futsal profesional tidak langsung mulus. Awalnya, Anca lebih akrab dengan sepak bola lapangan rumput. Ketertarikannya pada futsal mulai tumbuh di bangku SMP, namun gairah sesungguhnya baru benar-benar berkobar saat ia duduk di SMA. Baginya, futsal kemudian menjelma menjadi lebih dari sekadar permainan.
“Saya rasa futsal hal menyenangkan. Saya bisa dapat uang dengan melakukan hal yang saya sukai. Alhamdulillah bisa sampai sekarang,” ungkapnya dengan nada syukur yang dalam.
Membangun Legenda Bersama Black Steel
Kesetiaan dan konsistensi Anca teruji dalam perjalanan karier klubnya bersama Black Steel FC Papua. Perjalanan itu berliku, dimulai dari finis di posisi keempat pada 2017, lalu terus menanjak hingga puncaknya meraih gelar juara Liga Futsal Profesional 2021. Prestasi tertingginya di level klub ia raih dengan mengangkat trofi AFF Futsal Club 2023, menegaskan kapasitasnya di kancah regional.
Bersama Timnas Indonesia, perjalanannya juga penuh pembelajaran. Meski dua kali harus puas sebagai runner-up Piala AFF (2019 dan 2022), perannya sebagai anchor bek bertahan yang tangguh sekaligus memiliki insting serang yang tajam tak pernah diragukan. Pengakuan atas kualitasnya datang dengan diraihnya gelar Best Player Pro Futsal League 2024–2025.
Restu sebagai Pondasi Utama
Di balik keteguhan seorang Ardiansyah Nur, ada peran vital restu orang tua. Langkah awal karier profesionalnya sempat terhambat ketika ia bergabung dengan Mataram FC dan Antam FC, karena belum sepenuhnya mendapat izin dari keluarga. Namun, seiring waktu dan ketekunannya, dukungan penuh dari sang ayah dan ibu akhirnya mengalir. Restu itulah yang kemudian menjadi pondasi sekaligus penyemangat baginya untuk terus berjuang menjadi pemain terbaik.
Optimisme Menatap Masa Depan
Dengan tiket final di tangan, pandangan sang kapten tertuju pada masa depan futsal Indonesia yang lebih cerah. Ia melihat fondasi yang sedang dibangun saat ini sudah berada pada jalur yang tepat.
“Sudah di jalur yang benar dari segi pelatih, taktik, federasi sudah ada banyak dibenahi. Saya rasa sudah ada di jalur yang benar,” tutur Anca dengan penuh keyakinan.
Kisah Ardiansyah Nur adalah bukti nyata bahwa perpaduan antara bakat alam, kerja keras tanpa henti, dan dukungan keluarga dapat melahirkan prestasi yang membanggakan bangsa. Kini, tinggal satu tantangan terakhir: mengalahkan Iran di partai puncak untuk merebut gelar juara Asia dan mengukir sejarah yang tak terlupakan.
Artikel Terkait
Persebaya Waspadai Ancaman Dejan Tumbas dan Diego Mauricio di Klub Baru
Final Jalan Jambu Cup I Diwarnai Duel Sengit PBV Ba’tak Litak vs PBV NRJ Ratu Bawang
Thomas Frank Tegaskan Romero Masih Kapten, Tapi Masa Depan di Tottenham Belum Jelas
Astra Motor Sulsel dan Polres Parepare Edukasi Siswa SMAN 5 Soal Safety Riding