Alasannya jelas: minimnya kesempatan main. Itu faktor utama. Gara-gara jarang dimainkan di tim utama, ya akhirnya dicari jalan keluar terbaik buat semua pihak.
Manajer Teknis FC Utrecht, Jeffrey Kooistra, buka suara. Ia mengakui peluang Ivar memang sangat terbatas.
“Ivar memiliki sedikit peluang untuk bermain,” kata Kooistra.
“Dia adalah pemain muda dari klub yang ingin bermain secara reguler, terutama di usianya yang masih muda. Bersama-sama, kami mulai mencari solusi dan akhirnya diputuskan untuk mengakhiri kontrak Ivar,” ungkapnya.
Meski berpisah, Utrecht tetap memberikan apresiasi. Mereka menilai Ivar adalah profesional sejati, bersikap baik dalam situasi apa pun.
“Selama berada di klub, dia selalu menjadi profesional yang teladan, baik dalam situasi baik maupun buruk. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasinya yang besar dan mendoakan kesuksesan baginya di karier selanjutnya,” terang Kooistra.
Nah, buat Dewa United, kedatangan Ivar bisa jadi angin segar. Usianya masih muda, ditambah punya bekal latihan dan sistem sepak bola Eropa. Itu nilai plus yang bisa bikin lini tengah mereka makin berisi.
Dan bukan cuma buat klub. Buat Timnas Indonesia, ini juga kabar bagus. Regenerasi pemain menuju agenda internasional ke depan bisa terbantu.
Sampai detik ini, sih, belum ada konfirmasi resmi dari Dewa United atau dari Ivar sendiri. Tapi status bebas transfer dan desas-desus yang kian menjadi-jadi bikin banyak orang nggak sabar menunggu pengumuman.
Kalau benar terjadi, langkah pulang Ivar Jenner ke Tanah Air bisa jadi titik balik. Bukan cuma buat kariernya, tapi juga buat daya tarik Super League. Kompetisi kita makin dilirik pemain berlatar Eropa.
Artikel Terkait
Gol Reza Gemakan Indonesia Arena, Futsal Garuda Lolos ke Semifinal
PSM Makassar Terancam Degradasi, Pelatih Baru Dikritik Gagal Temukan Formulasi
Howe Bantah Keras Rumor Arsenal Incar Tonali
Upamecano Pilih Perpanjang Kontrak, Madrid Terpaksa Gigit Jari