Hujan gerimis baru saja reda di Kelurahan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis sore (20/11) sekitar pukul setengah enam. Tiba-tiba, sebuah suara gemuruh memecah keheningan. Tembok pembatas yang memisahkan kompleks SDN 01, 02, dan SMPN 130 itu ambruk.
Reruntuhannya tidak hanya berserakan di tanah. Tembok itu menimpa beberapa sepeda motor dan merusak bagian depan rumah warga yang kebetulan berada persis di depannya. Suasana yang tadinya tenang langsung berubah jadi chaos.
Seorang warga, Heni (55), yang menyaksikan kejadian itu punya analisis sendiri. Menurutnya, ini bukan insiden yang tiba-tiba. Dua hari sebelumnya, hujan deras sudah mengguyur kawasan tersebut. Ditambah lagi, ada aktivitas pengeboran untuk fondasi renovasi sekolah di balik tembok itu. Kombinasi kedua hal ini diduga jadi pemicu utama.
Syukurnya, meski kejadiannya mendadak dan bikin panik, tidak ada korban jiwa atau pun luka-luka dalam insiden ini. Kabar baik di tengah kekacauan yang terjadi.
Dia menggambarkan kepanikan warga saat tembok itu runtuh. Semua orang berusaha menyelamatkan diri dan orang-orang terdekat mereka. "Langsung panik, pas keluar rumah, ternyata tembok sekolahnya sudah roboh di depan mata," kenangnya.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Pegawai Bea Cukai di Kantornya, Terkait Koper Berisi Rp 5 Miliar
Kapolri Gelar Buka Puasa Bersama Ormas dan Mahasiswa, Tegaskan Media sebagai Suara Publik
JPU Soroti Janji Bukti Chat Pemerasan Rp300 Juta yang Tak Sesuai Klaim Ammar Zoni
Anggota DPR Desak Tunda Impor Mobil India, Soroti Ketiadaan Transparansi