Di sisi lain, Htut juga bermain jauh lebih baik. Ia tak segan memaksa reli panjang dan menguji ketahanan Bagas. Sayangnya, Bagas saat itu seperti kehilangan akurasi. Pukulan-pukulannya sering keluar, membuatnya harus bekerja ekstra. Di interval, ia hanya unggul tipis 11-9.
Selepas jeda, keadaan malah makin panas. Htut menyengat dan menyamakan kedudukan 11-11. Bagas terlihat tidak nyaman, gerakannya kaku, dan errornya bertambah. Pertukaran poin berlangsung alot: 13-11, lalu 13-13, kemudian 15-13, berbalik 15-16, dan bahkan sempat tertinggal 16-18.
Namun begitu, di titik kritis itulah Bagas bangkit. Ia kembali fokus, menahan emosi, dan bermain lebih sabar. Dua poin beruntun diraih, lalu keunggulan 20-18 terbentuk. Meski sempat dikejar, akhirnya ia menutup gim dengan skor 21-19.
Kemenangan ini tentu jadi pembuka yang bagus untuk tim Indonesia. Tapi laga tadi juga memperlihatkan bahwa Bagas masih perlu lebih konsisten. Momentum bisa berubah cepat, dan ketenangan adalah kunci.
Artikel Terkait
Hamilton Akui Tantangan Ekstra Era Regulasi Baru F1 2026
Veda Ega Pratama Catat P8 di FP1 Moto3 Brasil, Jadi Pembalap Honda Tercepat Kedua
Veda Ega Pratama Raih P8 di FP1 Moto3 Brasil, Ungguli Rival Asia Tenggara
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026