Di sisi lain, Htut juga bermain jauh lebih baik. Ia tak segan memaksa reli panjang dan menguji ketahanan Bagas. Sayangnya, Bagas saat itu seperti kehilangan akurasi. Pukulan-pukulannya sering keluar, membuatnya harus bekerja ekstra. Di interval, ia hanya unggul tipis 11-9.
Selepas jeda, keadaan malah makin panas. Htut menyengat dan menyamakan kedudukan 11-11. Bagas terlihat tidak nyaman, gerakannya kaku, dan errornya bertambah. Pertukaran poin berlangsung alot: 13-11, lalu 13-13, kemudian 15-13, berbalik 15-16, dan bahkan sempat tertinggal 16-18.
Namun begitu, di titik kritis itulah Bagas bangkit. Ia kembali fokus, menahan emosi, dan bermain lebih sabar. Dua poin beruntun diraih, lalu keunggulan 20-18 terbentuk. Meski sempat dikejar, akhirnya ia menutup gim dengan skor 21-19.
Kemenangan ini tentu jadi pembuka yang bagus untuk tim Indonesia. Tapi laga tadi juga memperlihatkan bahwa Bagas masih perlu lebih konsisten. Momentum bisa berubah cepat, dan ketenangan adalah kunci.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terancam Degradasi, Pelatih Baru Dikritik Gagal Temukan Formulasi
Howe Bantah Keras Rumor Arsenal Incar Tonali
Upamecano Pilih Perpanjang Kontrak, Madrid Terpaksa Gigit Jari
Ivar Jenner Resmi Bebas Transfer, Dewa United Posisi Terdepan