Logika Taktis Sang Nakhoda
Di balik perpindahan ini, ada logika taktis yang kuat dari pelatih Jan Olde Riekerink. Dia butuh seorang 'jangkar' di lini tengah, sosok yang bisa memberi ketenangan dan kekuatan. Selama ini, pemain seperti Messidoro dan Jaja seringkali harus mundur membantu pertahanan, mengurangi dampak mereka di sektor serang.
Kebutuhan itu diakui oleh manajemen. Ardian Satya Negara membenarkan bahwa sang pelatih memang sangat menginginkan Jenner. Kehadiran gelandang bertahan murni itu bukan sekadar pelengkap, melainkan solusi untuk kebuntuan strategis yang selama ini dirasakan.
Bukan Sekadar Kemewahan
Inilah yang menarik. Bagi Persija, Jenner mungkin dilihat sebagai tambahan kemewahan, pemain berkualitas untuk memperdalam skuad. Namun bagi Dewa United, dia adalah kebutuhan primer. Tanpa sosok seperti Jenner, keseimbangan tim mereka sering goyah. Dia diharapkan bisa menutup lubang itu dengan sempurna.
Faktor kenyamanan juga berperan. Dewa United sukses menciptakan ekosistem yang ramah bagi pemain keturunan. Keberadaan Struick, yang sudah lebih dulu beradaptasi, menjadi magnet tersendiri. Jenner tentu tidak akan merasa asing.
Ada pula pertimbangan regulasi yang cerdas. Ivar Jenner bagai 'cheat code' untuk aturan pemain muda. Kualitasnya setara pemain asing, tapi status usianya memenuhi kuota pemain lokal di bawah 23 tahun. Sebuah nilai tambah yang luar biasa.
Pada akhirnya, Dewa United menunjukkan efisiensi yang mengagumkan. Sementara Persija mungkin masih sibuk dengan urusan transfer lain, mereka bergerak cepat dengan tawaran konkret. Dan untuk pemain bebas transfer seperti Jenner, tawaran yang sulit ditolak.
Artikel Terkait
Bagas Shujiwo Tahan Amuk Htut, Indonesia Awali Kejuaraan Asia dengan Kemenangan
West Ham Rekrut Axel Disasi dari Chelsea di Menit Akhir Bursa Transfer
Fran García Terkunci di Madrid, Impian Premier League Pupus
Borneo FC Siap Lepas Mariano Peralta, Rekor Transfer Termahal Mengintai