"Percayalah, kalau kita mengutamakan tim, hasil baik untuk individu akan mengikuti. Saya akan berusaha maksimal membuktikan nilai saya, baik di dalam maupun luar lapangan. Tapi, keputusan akhir tentu ada di tangan pelatih," tambahnya.
Pernyataannya terdengar rasional, tapi tekadnya terasa membara. Dia tak sekadar ingin jadi penghuni bangku cadangan. "Saya ingin menjadikan tim ini klub pemenang. Ingin meraih gelar di sini. Saya yakin saya bisa jadi salah satu kepingan penting untuk mencapainya."
Lalu dia menutup dengan janji, "Kita lihat bagaimana nanti, tapi saya janji akan lakukan segalanya agar tim tampil sebaik mungkin."
Di sisi lain, tantangan di lapangan sudah menunggu. Musim ini, peluang Ajax untuk juara bisa dibilang sangat kecil. Mereka tersingkir dari Piala KNVB dan Liga Champions. Posisi di liga domestik pun tak terlalu menggembirakan: mereka tertahan di peringkat empat dengan 38 poin. Jaraknya dengan PSV Eindhoven yang memimpin klasemen, yang mengumpulkan 56 poin, terpaut jauh.
Jadi, misi Paes dan Ajax ke depan jelas tidak akan ringan. Butuh lebih dari sekadar niat baik.
Artikel Terkait
Persib Siapkan Romain Cagnon, Kiper Eks Marseille untuk Gantikan Przybek
Kandang yang Kehilangan Aura: PSM Makassar Tersesat di Gelora BJ Habibie
Ivar Jenner Pilih Dewa United, Harapan Persija Pupus
Persija Kecolongan, Ivar Jenner Pilih Berlabuh ke Dewa United