"Percayalah, kalau kita mengutamakan tim, hasil baik untuk individu akan mengikuti. Saya akan berusaha maksimal membuktikan nilai saya, baik di dalam maupun luar lapangan. Tapi, keputusan akhir tentu ada di tangan pelatih," tambahnya.
Pernyataannya terdengar rasional, tapi tekadnya terasa membara. Dia tak sekadar ingin jadi penghuni bangku cadangan. "Saya ingin menjadikan tim ini klub pemenang. Ingin meraih gelar di sini. Saya yakin saya bisa jadi salah satu kepingan penting untuk mencapainya."
Lalu dia menutup dengan janji, "Kita lihat bagaimana nanti, tapi saya janji akan lakukan segalanya agar tim tampil sebaik mungkin."
Di sisi lain, tantangan di lapangan sudah menunggu. Musim ini, peluang Ajax untuk juara bisa dibilang sangat kecil. Mereka tersingkir dari Piala KNVB dan Liga Champions. Posisi di liga domestik pun tak terlalu menggembirakan: mereka tertahan di peringkat empat dengan 38 poin. Jaraknya dengan PSV Eindhoven yang memimpin klasemen, yang mengumpulkan 56 poin, terpaut jauh.
Jadi, misi Paes dan Ajax ke depan jelas tidak akan ringan. Butuh lebih dari sekadar niat baik.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027