Korban jiwa dari bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera belum berhenti bertambah. Angkanya terus merangkak naik, menyentuh 1.068 orang yang meninggal dunia. Sungguh, sebuah angka yang memilukan.
Data terbaru ini disampaikan langsung oleh Kapusdatinkom BNPB, Abdul, dalam sebuah jumpa pers virtual yang disiarkan Kamis lalu. Menurutnya, ada penambahan sembilan korban dari data sebelumnya yang tercatat 1.059 jiwa.
"Jumlah korban meninggal dunia bertambah, dari 1.059 jiwa menjadi 1.068 jiwa,"
begitu penjelasan Abdul di hadapan awak media.
Penambahan itu tersebar di tiga provinsi yang paling parah terdampak: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Rinciannya, Aceh Utara kehilangan tiga nyawa, disusul Aceh Timur dua orang. Dari Sumut, satu korban berasal dari Tapanuli Selatan dan satu lagi dari Langkat. Sementara itu, Sumatera Barat menyumbang dua korban, masing-masing satu dari Agam dan Padang Pariaman.
Di sisi lain, situasi pengungsian masih sangat memprihatinkan. Abdul juga menyebutkan bahwa hingga kini masih ada 198 orang dalam status hilang. Mereka yang terpaksa meninggalkan rumahnya dan mengungsi jumlahnya sangat besar, mencapai 537.185 jiwa. Bayangkan, setengah juta lebih manusia yang hidup dalam ketidakpastian.
Artikel Terkait
Gus Ipul Bacakan Puisi di Peringatan Harganas, Ajak Ayah Perkuat Peran dalam Pengasuhan Anak
Roy Suryo Ajukan Praperadilan, Perkarakan Penangkapan dan Penggeledahan Paksa
Rp268 Triliun untuk MBG, Hanya 16,7 Persen yang Jadi Makanan
RSKD Ibu dan Anak Pertiwi Perluas Layanan Administrasi Kependudukan Bayi Baru Lahir ke Empat Kabupaten