Dari pinggir lapangan, terlihat jelas antusiasme keduanya mengikuti setiap arahan. Dado, dengan segudang pengalaman, tampak membaur sekaligus memimpin. Sementara Dion, penuh semangat muda, berusaha menyerap segala instruksi. Kombinasi ini yang diharapkan bisa menjadi motor penggerak tim.
Fokus Dado jelas. Bukan sekadar kembali, tapi ia datang dengan misi. “Dado akan bekerja keras untuk memastikan tim tetap berada di puncak dan melaju jauh di AFC Champions League Two,” tegasnya. Targetnya ganda: pertahankan posisi puncak di Liga Indonesia dan torehkan prestasi di ajang Asia, ACL Two.
Nah, dengan masuknya dua pemain kunci ini, kualitas skuad Persib secara keseluruhan memang diyakini naik. Mereka tak cuma menambah kedalaman, tapi juga membawa variasi. Pengalaman Dado dan dinamika Dion adalah aset berharga, terutama untuk menghadapi maraton pertandingan yang padat.
Ambisi klub pun semakin kentara. Persib bukan hanya bermimpi tentang gelar domestik, tapi juga ingin berbicara lebih lantang di kancah regional. Semua persiapan ini, termasuk integrasi Dado dan Dion, adalah langkah konkret untuk mewujudkannya. Tradisi mental juara harus terus hidup, dan dengan tambahan tenaga ini, harapan itu semakin nyata.
Musim ini jelas akan menantang. Tapi dengan suntikan semangat dan kualitas baru, jalan Persib untuk membawa nama Bandung lebih tinggi lagi, setidaknya terasa lebih terbuka.
Artikel Terkait
Lutut Mateta Jadi Penghalang Terakhir Transfer ke Milan
PSM dan Semen Padang Saling Tahan, Klasemen Makin Pelik
Tomas Trucha Terancam Usai PSM Gagal Taklukkan Tim Papan Bawah
Arsenal Incar Striker Muda Hearts dengan Status Pinjaman