“Jika benar terjadi, ini akan menjadi saga transfer terbesar Liga Indonesia,” tulis seorang pemerhati sepak bola nasional.
Memang, langkah seperti ini selalu kontroversial. Kehilangan pemain penting bisa mengacaukan ritme tim. Namun begitu, pemasukan yang besar juga membuka peluang untuk investasi jangka panjang. Bisa untuk infrastruktur, akademi, atau merekrut pemain baru.
Persib dan Daya Tarik yang Kuat
Sampai detik ini, manajemen Borneo FC masih tutup mulut. Persib Bandung juga belum mengeluarkan pernyataan resmi. Tapi kita tahu, di bursa transfer, banyak hal terjadi dalam diam.
Yang jelas, Persib bukan klub sembarangan. Mereka datang dengan status sebagai rival sekaligus klub besar, punya kekuatan finansial yang solid, dan daya tarik sejarah yang kuat. Rayuan mereka kepada Peralta bukan cuma soal angka di kontrak, tapi juga soal gengsi dan tantangan psikologis.
Kalau akhirnya Peralta hengkang ke Bandung, ini bukan sekadar perpindahan pemain biasa. Ini akan jadi simbol perang pengaruh antara dua kekuatan. Adu strategi dan kekuatan antara dua klub papan atas.
Keputusan apapun yang diambil Borneo FC nantinya, pasti akan meninggalkan bekas. Baik di papan klasemen, di laporan keuangan, atau yang paling dalam, di hati para pendukung setianya.
Bursa transfer masih panjang. Rivalitas pun ternyata belum berakhir hanya saja, medan pertempurannya yang berganti.
Artikel Terkait
Lutut Mateta Jadi Penghalang Terakhir Transfer ke Milan
PSM dan Semen Padang Saling Tahan, Klasemen Makin Pelik
Tomas Trucha Terancam Usai PSM Gagal Taklukkan Tim Papan Bawah
Arsenal Incar Striker Muda Hearts dengan Status Pinjaman