Lalu, bagaimana dengan Peralta? Kalau dia bergabung, poros Argentina bakal benar-benar komplet sampai ke ujung tombak. Pemain ini dikenal eksplosif, bisa menyerang dari kanan atau kiri. Bahkan, dia juga bisa diplot sebagai striker dalam skema tertentu. Fleksibilitasnya inilah yang jadi nilai tambah.
Bagi Bobotoh, kenangan akan Peralta masih terasa. Musim lalu, dia mencetak dua gol ke gawang Persib saat membela Borneo FC.
Yang menarik, kedua gol itu justru diciptakan saat dia bermain di sayap kiri. Bayangkan ancaman yang bisa dia bawa jika nantinya justru mengenakan jersey biru-merah.
Dari kacamata taktik, Hodak akan punya lebih banyak senjata. Serangan Persib nggak lagi monoton; bisa lebih variatif dengan mengandalkan kecepatan, dribel, dan penetrasi dari sisi sayap. Kombinasi Peralta dengan striker-striker lain pasti bakal bikin pertahanan lawan pusing.
Memang, sampai detik ini belum ada konfirmasi resmi dari manajemen Persib. Tapi dinamika bursa transfer itu cepat berubah. Waktu tinggal sedikit, dan Persib jelas nggak mau menyia-nyiakan momentum untuk memperkuat tim demi pertarungan di papan atas Super League.
Pada akhirnya, kalau transfer ini benar-benar terjadi, yang didapat Persib bukan cuma pemain berkualitas. Mereka juga memperkuat fondasi tim lewat sebuah poros yang solid dan seimbang di setiap lini. Sebuah langkah strategis yang bisa menentukan arah musim ini.
Artikel Terkait
PSM dan Semen Padang Saling Tahan, Klasemen Makin Pelik
Tomas Trucha Terancam Usai PSM Gagal Taklukkan Tim Papan Bawah
Arsenal Incar Striker Muda Hearts dengan Status Pinjaman
Dado Kembali, Dion Sambut Debut: Persib Suntik Tenaga Baru di GBLA