MAKASSAR Tekanan itu nyata. Tomas Trucha, sang pelatih PSM Makassar, mungkin sedang menghadapi momen paling pelik sepanjang kariernya di klub. Tanggung jawabnya kini terasa berat: harus meraih kemenangan atas Semen Padang di Stadion BJ Habibie, Senin malam nanti. Tapi, situasi timnya jauh dari kata siap.
PSM butuh tiga angka. Bukan cuma untuk sekadar menjaga posisi di papan klasemen, tapi lebih dari itu untuk memutus rantai buruk yang mengintai. Bayangkan, mereka terancam mengalami lima kekalahan beruntun. Ironisnya, misi sulit ini harus dijalani Trucha dengan skuad yang compang-camping.
Memang, bomber anyar Luka Cumic sudah bisa turun. Namun, kehadirannya belum cukup untuk menambal lubang besar di lini tengah. Dua pilar utama, Savio Roberto dan Gledson Paixao, masih diragukan tampil. Tanpa mereka, keseimbangan permainan PSM bisa-bisa ambruk. Fase transisi yang selama ini sudah rapuh, makin rentan.
Belum cukup sampai di situ. PSM kembali dihantam sanksi FIFA. Di saat mereka butuh amunisi tambahan, justru pintu transfer tertutup rapat. Lengkap sudah himpitan yang menimpa Trucha: tuntutan menang, pemain kunci cedera, plus tangan manajemen yang terikat regulasi.
Di sisi lain, lawan yang datang bukanlah Semen Padang yang biasa-biasa saja.
Kabau Sirah datang ke Makassar dengan mental bertarung. Mereka sedang berjudi besar demi bertahan hidup di BRI Super League. Terpuruk di dasar klasemen, tim asal Padang itu memilih jalur ekstrem: jor-joran di bursa transfer paruh musim.
Delapan pemain baru didatangkan, ditambah tiga promosi internal. Sebaliknya, sembilan pemain dilepas tanpa ampun. Ini bukan sekadar perombakan, melainkan sebuah operasi penyelamatan total.
Artikel Terkait
Kekalahan Malut United di Ternate Guncang Papan Atas Super League
Imbang Lawan Irak, Timnas Futsal Indonesia Pastikan Tiket Juara Grup
PSM Makassar Beraksi di Tengah Badai Sanksi FIFA
PSM Makassar Waspada, Semen Padang Datang dengan Skuad Baru dan Misi Darurat