Nama striker Argentina, Federico Anselmo, masuk radar sebagai solusi instan. Mereka juga agresif membajak pemain dari klub rival. Frets Butuan dan Abduh Lestaluhu dari Malut United dikabarkan sudah deal. Firza Andika, eks PSM, juga dibidik. Sementara Kasim Botan disebut telah sepakat bergabung dengan status bebas transfer.
Langkah-langkah drastis ini tak lepas dari tekanan internal. Andre Rosiade, penasihat tim, disebut turun tangan langsung setelah kekalahan dari Persis Solo. Bahkan, kabarnya ia menggunakan dana pribadi untuk memutus kontrak pemain yang dianggap gagal, termasuk striker asing Cornelius Stewart yang langsung hengkang ke Barito Putera.
Pesan dari Padang jelas dan keras: tidak ada lagi ruang untuk bermain setengah hati.
Kondisi ini mengubah laga di Gelora BJ Habibie menjadi ujian mental yang berat bagi PSM. Di atas kertas, Juku Eja unggul sebagai tuan rumah. Tapi secara psikologis, tekanan justru menggunung di kubu mereka.
Trucha tak cuma dituntut menang. Ia harus menang dengan sumber daya terbatas, di tengah krisis konsistensi, sambil menghadapi tim tamu yang bermain dengan mental "hidup-mati".
Dalam situasi seperti ini, satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal. Dan jika PSM kembali terpeleset, konsekuensinya akan lebih dalam dari sekadar angka di klasemen. Kepercayaan terhadap arah tim di bawah Tomas Trucha, perlahan-lahan, bisa ikut runtuh.
Artikel Terkait
Arsenal Hajar Leeds 4-0, Akhiri Tren Buruk di Puncak Klasemen
Bernardo Tavares Hadapi Hantu Masa Lalu di GBT
Kekalahan Malut United di Ternate Guncang Papan Atas Super League
Imbang Lawan Irak, Timnas Futsal Indonesia Pastikan Tiket Juara Grup