BARCELONA Udara di Ciutat Esportiva tampak sedikit lebih tebal belakangan ini. Pemicunya? Kepergian mendadak Dro Fernandez, salah satu mutiara muda La Masia, ke Paris Saint-Germain. Kabar itu jelas membuat sang pelatih, Hansi Flick, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Manajemen klub pun langsung bergerak cepat, mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Flick, dalam konferensi pers jelang laga kontra Elche, mencoba bersikap diplomatis. Tapi nada suaranya yang datar dan sorot matanya bicara lebih banyak.
"Saya sangat menyukai talenta anak itu. Kecewa? Tentu saja," ujarnya dengan lugas. "Namun, kami harus menghormati keputusannya. Begitulah sepak bola, penuh dinamika yang kadang tak terduga."
Di sisi lain, respons dari kantor direktur olahraga tak kalah keras. Deco, sang Direktur Olahraga, tak sungkan menyebut langkah Dro sebagai sebuah "perjudian".
Menurutnya, memilih pindah demi menit bermain instan di usia yang masih sangat belia justru berisiko tinggi. Bisa-bisa, perkembangan karir si pemain malah terhambat dalam jangka panjang. Sebuah peringatan yang terdengar seperti pengalaman pahit yang pernah dirasakan banyak pemain sebelumnya.
Belajar dari insiden ini, Barcelona langsung bertindak. Mereka tak mau ambil risiko kehilangan talenta muda lain. Fermin Lopez, gelandang berusia 22 tahun yang performanya terus menanjak, resmi dikunci dengan kontrak jangka panjang. Durasi perpanjangannya fantastis: hingga musim panas 2031.
Artikel Terkait
Valentino Rossi Joyride di Mandalika, Ternyata Sinyal untuk Masa Depan Balap Indonesia
Raymond/Joaquin Amankan Tiket Final, Gelar Ganda Putra Thailand Masters Pasti ke Indonesia
Anfield Bergemuruh, Liverpool dan Newcastle Berebut Tiket Liga Champions
Harapan Ana/Trias di Thailand Masters Pupus di Tangan Ganda China