Nah, balik lagi ke PSM. Klub Juku Eja ini sedang bersiap untuk manuver besar. Kedatangan Dusan Lagator bukan main-main. Bek berusia 30 tahun itu, begitu resmi tanda tangan, langsung akan jadi pemain termahal di skuad.
Data Transfermarkt mencatat nilai pasarnya sekitar Rp7,82 miliar. Angka itu melampaui kapten mereka, Yuran Fernandes, yang 'hanya' Rp6,95 miliar. Bayangkan, tanpa sekalipun main, Lagator langsung jadi yang nomor satu.
Dengan postur 190 cm dan segudang pengalaman di Eropa, ia diharapkan jadi jawaban atas masalah kronis di jantung pertahanan PSM. Tapi dampaknya ternyata lebih dari sekadar urusan lapangan hijau.
Kehadiran Lagator membuka ruang manuver lain. Komposisi pemain asing yang semakin bernilai tinggi memberi PSM ruang finansial dan strategis yang lebih leluasa. Di sinilah rumor kepulangan Asnawi dari Thailand mulai terdengar lebih realistis. Bukan lagi sekadar angan-angan.
Asnawi sendiri adalah sosok yang punya ikatan emosional kuat. Dia produk asli PSM, pernah jadi ikon sebelum memutuskan merantau. Kalau pun pulang, dia bukan cuma sekadar tambahan pemain. Lebih dari itu: kepemimpinan, pengalaman, dan sebuah cerita kepulangan yang pasti disambut gegap gempita suporter.
Jadi, bursa transfer paruh musim ini jelas makin seru untuk ditunggu. Kedatangan Lagator bisa jadi domino pertama. Langkah berikutnya? Mungkin saja membawa pulang sang mantan kapten timnas yang masih dianggap elite oleh pelatih legendarisnya. Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Ragnar Oratmangoen: Antara Persib dan Persebaya, Mana Pilihan yang Tepat?
Mimpi Persib Tersandung Ajax: Maarten Paes Pilih Eropa, Bukan Bandung
Sapu Bersih Medali Emas, Kontingen Indonesia Disambut Haru di Boyolali
Hodak Tegas: Kurzawa Tak Dapat Jatah Main Cuma-Cuma di Persib