Namun begitu, peluang Paes sebenarnya terbuka lebar. Jaros dipastikan balik ke Liverpool, sementara Pasveer dikabarkan akan gantung sepatu. Artinya, posisi kiper utama Ajax musim depan bisa jadi lowong. Dan Paes punya peluang besar untuk merebutnya.
Nah, ini yang menarik. Pindah ke Ajax bukan cuma soal level kompetisi yang lebih tinggi. Tapi juga membuka pintu menuju sejarah. Paes berpeluang menjadi pemain Indonesia pertama yang berlaga di Liga Champions Eropa.
Meski begitu, momen bersejarah itu mungkin baru bisa dinikmati musim depan. Performa Ajax di Liga Champions musim ini kurang bagus. Mereka terancam tersingkir, cuma mengumpulkan enam poin dari lima laga. Tinggal satu pertandingan sisa, peluang lolos mereka sangat tipis.
Jadi, kalau Ajax bisa kembali ke Liga Champions musim depan dan Paes jadi pilihan utama, maka catatan itu benar-benar dalam genggaman.
Ada aroma Indonesia yang makin kental di klub asal Amsterdam ini. Sebelum Paes, Denny Landzaat mantan asisten pelatih Timnas Indonesia sudah lebih dulu bergabung sebagai asisten pelatih di sana.
Belum lagi, direktur teknik Ajax, Jordi Cruyff, masih menjabat sebagai penasihat teknis PSSI. Kombinasi ini bikin transfer Paes terasa punya nuansa tersendiri, sekaligus menunjukkan semakin terbukanya jalan bagi talenta Indonesia di pentas Eropa.
Bagi Persib, kegagalan ini memang pahit. Tapi di sisi lain, ini juga menunjukkan bahwa target mereka sekarang sudah setinggi apa. Sementara bagi Maarten Paes, Amsterdam bukan sekadar kota baru. Ini adalah gerbang menuju mimpi yang lebih besar.
Artikel Terkait
PB Djarum Gelontorkan Rp512 Juta, Apresiasi Prestasi 47 Atlet Muda
Kedatangan Lagator Buka Pintu untuk Kepulangan Asnawi ke PSM
Rumor Palmer ke United: Kerinduan Manchester vs Komitmen di Stamford Bridge
Gagal Rekrut Kastaneer, PSM Harus Cari Striker Asing Lagi