Dan jawaban yang didapat justru membuatnya lega, bahkan optimis. Ia melihat kematangan mental dan tekad baja dari para pemain untuk menyelesaikan musim dengan cara terbaik.
Di sisi lain, Arteta juga tak lupa menyebut peran suporter. Ia meminta dukungan penuh dan energi positif dari mereka untuk menghadapi fase krusial ini.
Pertemuan itu, menurutnya, bukan sekadar reaksi spontan atas satu kekalahan. Rapat semacam itu rutin digelar setiap tiga atau empat pekan sekali. Tujuannya agar seluruh tim punya perspektif yang jernih, tidak tenggelam dalam euforia maupun kekecewaan sesaat.
Di akhir pembicaraan, Arteta kembali menegaskan kepercayaannya yang besar pada skuadnya. Ia memuji dedikasi mereka dan meyakinkan bahwa peluang meraih gelar masih sangat nyata.
Artikel Terkait
Verstappen Gagal Total di Sprint Race Shanghai, Red Bull Terpuruk
Media Italia Soroti Idzes dan Audero Jelang FIFA Series 2026
Persib Pererat Hubungan dengan Sponsor Lewat Buka Puasa Bersama
Putri Kusuma Wardani Amankan Tiket Final Swiss Open Usai Kalahkan Nozomi Okuhara