Manchester Rasanya pasti bakal aneh. Itulah yang diakui Ilkay Gündogan, mantan kapten Manchester City, ketika membayangkan langkahnya kembali ke Stadion Etihad. Kali ini, dia bukan lagi sosok pemimpin di tengah lapangan, melainkan bagian dari tim lawan, Galatasaray. Pertandingan Liga Champions dini hari nanti diramalkan bakal penuh gejolak emosi baginya.
Bagaimana tidak? Gelandang asal Jerman itu menghabiskan delapan tahun gemilang bersama City. Dia adalah otak permainan di era Pep Guardiola, mengantarkan klub meraih segudang gelar. Mulai dari lima titel Liga Premier, trofi Liga Champions yang bersejarah, hingga dua Piala FA. Musim panas lalu, setelah kontraknya berakhir, dia memutuskan hijrah ke Turki. Kini, dia kembali dengan seragam berbeda.
"Buat saya, ini pertandingan yang spesial. Sangat emosional," ujar Gündogan yang kini berusia 35 tahun.
Dia mengaku punya segudang kenangan manis dengan hampir semua orang di sana, baik pemain maupun pelatih.
"Akan terasa sedikit ganjil, sih. Melawan mantan rekan satu tim, melawan pelatih yang pernah bekerja sama dengan saya. Kami punya sejarah yang panjang dan hubungan yang dekat. Tapi, bermain lagi di stadion ini, setelah semua kesuksesan yang kita raih bertahun-tahun, pasti akan sangat indah. Saya justru menantikannya," lanjutnya penuh semangat.
Di sisi lain, tekanan justru lebih berat untuk Galatasaray. Posisi mereka di klasemen grup masih di urutan ke-17. Hasil positif di Etihad mutlak dibutuhkan agar peluang lolos ke babak playoff masih bisa mereka kendalikan sendiri. Tantangannya jelas tidak mudah.
"Kami akan menghadapi laga yang sulit. Tapi namanya juga Liga Champions, semua pertandingan pasti berat," tegas Gündogan. "Yang penting, kami punya kepercayaan diri dan persiapan yang matang."
Artikel Terkait
Arteta Gelar Rapat Darurat, Arsenal Siap Tempur Empat Kompetisi
Arteta Panggil Pemain Usai Kekalahan: Ini Momen Kita, Mari Nikmati
Bruno Paraiba, Debut Manis yang Belum Sepenuhnya Fit
Rumor ke Persib Pupus, Maarten Paes Dipastikan Hijrah ke Ajax Amsterdam