Soal persiapan, satu nama pasti jadi perhatian utama: Erling Haaland. Striker Norwegia itu memang sedang mengalami masa paceklik, cuma mencetak satu gol dalam sembilan penampilan terakhir. Tapi, Gündogan tahu persis betapa berbahayanya mantan rekan setimnya itu.
"Jangan pernah sekali-kali meremehkannya. Dia adalah mesin gol sejati. Kita semua tahu dia punya kemampuan untuk mencetak gol kapan saja, dalam jumlah banyak sekalipun," jelas Gündogan.
"Hampir mustahil mengawalnya ketat selama 90 menit penuh. Kuncinya bukan cuma bertahan dari dia, tapi seluruh tim harus bekerja kolektif. Kita harus mencegahnya masuk ke posisi-posisi berbahaya. Itu salah satu rahasia jika ingin mendapatkan hasil dari pertandingan ini."
Meski sudah hengkang, Gündogan mengaku masih rajin mengikuti perkembangan City. Dia memperhatikan bagaimana timnya dulu kini tertinggal empat poin dari Arsenal di puncak klasemen Liga Premier. Tapi, keyakinannya tak goyah.
"Tentu saja saya masih mengikuti mereka. Saya tetap penggemar klub ini, tim ini, dan manajer ini. Saya usahakan nonton pertandingan mereka sebanyak mungkin," akunya.
Dia pun punya prediksi. "Saya masih yakin mereka bisa menyalip Arsenal. Semua tahu, kalau City sudah dapat momentum, mereka bisa menang beruntun tanpa terkalahkan dalam waktu yang lama."
Artikel Terkait
Arteta Gelar Rapat Darurat, Arsenal Siap Tempur Empat Kompetisi
Arteta Panggil Pemain Usai Kekalahan: Ini Momen Kita, Mari Nikmati
Bruno Paraiba, Debut Manis yang Belum Sepenuhnya Fit
Rumor ke Persib Pupus, Maarten Paes Dipastikan Hijrah ke Ajax Amsterdam