Bagnaia Buka Suara: 90 Persen Kritik Tak Berguna Jelang MotoGP 2026

- Selasa, 27 Januari 2026 | 00:35 WIB
Bagnaia Buka Suara: 90 Persen Kritik Tak Berguna Jelang MotoGP 2026

Francesco Bagnaia punya pesan keras untuk para pengkritiknya. Menjelang MotoGP 2026, pembalap Ducati Lenovo itu tak segan menyerang balik. Baginya, sebagian besar omongan yang dilontarkan musim lalu sama sekali tak ada gunanya.

Harus diakui, performa Bagnaia di MotoGP 2025 memang jauh dari kata memuaskan. Cuma dua kemenangan dan delapan podium dari 22 seri. Poinnya cuma 288, dan ia terlempar ke posisi lima klasemen akhir. Sungguh kontras dengan rekan setimnya, Marc Marquez, yang justru merajai dengan gelar juara dunia.

Marquez, dengan 11 kemenangan dan 15 podium, mengumpulkan 545 poin hanya dari 17 seri saja. Bahkan, kalau dibandingkan dengan pencapaian Bagnaia sendiri di 2024, musim lalu terasa seperti malapetaka. Dua tahun sebelumnya, ia masih perkasa dengan 11 kemenangan dan 498 poin.

Maka, wajar saja jika Bagnaia jadi sasaran tembak sepanjang tahun. Kritikan menghujani dirinya, tak sedikit yang pedas dan menusuk mental. Pria yang akrab disapa Pecco ini mengaku bisa menerima kritik. Tapi, ada batasannya.

“Tergantung kritiknya datang dari mana,” ujar Bagnaia, seperti dikutip dari Crash, Selasa (27/1/2026).

“Karena 90 persen di antaranya tidak berguna,” tegasnya tanpa basa-basi.

Namun begitu, pembalap berusia 29 tahun itu tak larut dalam omongan negatif. Ia justru sudah memandang ke depan, menyambut MotoGP 2026 dengan kepala dingin. Bagnaia mengakui, ia tetap membutuhkan kritik. Asalkan, kritik yang membangun.

“Pada akhirnya, saya bisa mengatasinya,” tandasnya. “Kalau kritiknya konstruktif, ya tepat untuk diterima, didengarkan, dan dicoba diterapkan. Tapi kalau tidak berguna, ya tidak perlu dipertimbangkan.”

Kini, fokusnya sudah beralih. Bagnaia akan segera mengikuti tes pramusim di Malaysia awal Februari, lalu dilanjutkan di Thailand. Semua itu persiapan menuju seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Chang, Buriram, akhir bulan itu juga. Ia punya misi untuk membungkam semua omongan, dengan cara yang paling meyakinkan: di lintasan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar