PSM sebenarnya sudah bergerak lebih dulu dengan mendatangkan Luka Cumic. Pemain Serbia setinggi 190 cm itu resmi bergabung akhir Januari lalu, diproyeksikan jadi tandem Alex Tanque. Rekam jejaknya di Eropa Timur cukup bagus, dengan puluhan gol tercipta.
Tapi masalahnya, Cumic saja tidak akan cukup.
Krisis PSM lebih rumit. Serangan mereka terasa kaku, gampang dipatahkan lawan, dan kurang tekanan sejak awal. Butuh sesuatu yang lain.
Di sinilah Kastaneer masuk hitungan.
Profil yang Tepat
Kalau Cumic lebih ke target man, Kastaneer menawarkan mobilitas dan agresivitas yang berbeda. Dia bisa jadi ujung tombak pressing yang selama ini diinginkan Trucha. Kehadirannya bisa membebaskan Tanque, memberi variasi formasi, dan mengurangi ketergantungan berlebihan pada lini tengah.
Intinya, buat PSM, ini bukan cuma soal nambah pemain asing lagi. Ini upaya menyelamatkan musim yang mulai terpuruk.
Kalau transfer ini benar-benar terjadi, setidaknya ada sinyal bahwa manajemen mulai mendengarkan pelatih. Meski agak telat.
Sekarang, semua tergantung pada mereka di ruang direksi. Bisakah langkah ini dituntaskan, atau akan berhenti di tengah jalan seperti sebelumnya?
Di tengah situasi yang tidak menentu, seorang Gervane Kastaneer bisa jadi pembeda antara sekadar bertahan atau benar-benar bangkit.
Artikel Terkait
Tavares dan Persebaya: Ketika Stabilitas Klub Melahirkan Performa Gemilang
Persebaya Surabaya: Favorit Terselubung di Tengah Sorotan Persib dan Persija
Persib dan Persija Gaduh, Persebaya Siap Menggigit Diam-diam
Sir Jim Ratcliffe Tarik Michael Carrick di Tengah Wawancara Usai United Bungkam Arsenal