MAKASSAR Suasana di sekitar PSM Makassar belakangan ini agak keruh. Sorotan tajam kini mengarah ke kapten mereka, Yuran Fernandes. Bek asal Tanjung Verde itu dituding mulai kehilangan greget. Performanya dianggap turun, bahkan ada yang bilang ia main setengah hati. Semua ini berbarengan dengan rumor panas: Yuran dikabarkan akan hijrah ke Persebaya Surabaya di bursa transfer paruh musim nanti.
Kekalahan 0-2 dari Persijap Jepara pekan lalu di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (24/1/2026), seperti jadi pemicu ledakan kekecewaan. Lini belakang Juku Eja tampak goyah, dan Yuran sebagai pemimpin di sana jadi sasaran empuk kritik. Bagi banyak suporter, kekalahan itu bukan sekadar hasil buruk, tapi pertanda ada yang tak beres dengan sang kapten.
Media sosial langsung banjir. Kekecewaan yang tertahan sepertinya meledak sekaligus. Yuran, yang seharusnya jadi panutan, justru dijadikan kambing hitam. Banyak suporter dengan terang-terangan meminta pelatih mempertimbangkan posisinya di tim inti. Tagar Yuranout tiba-tiba jadi trending.
“YURANOUT,” tulis salah satu akun fanatik PSM.
“YURANOUT,” bergema di mana-mana, diulang-ulang di linimasa.
Pertanyaan besarnya: apakah semua amarah ini murni karena performa buruk di lapangan? Atau jangan-jangan, rumor kepindahan ke Persebaya yang sudah beredar beberapa pekan ini benar-benar memengaruhi mentalnya? Isu itu semakin kencang saja, apalagi jelang putaran kedua kompetisi.
Di sisi lain, rumor itu punya dasar yang kuat. Persebaya disebut memang ingin memperkuat pertahanan mereka. Salah satu alasan utamanya adalah pelatih Bernardo Tavares. Dia punya sejarah kerja sama dengan Yuran, jadi dianggap paham betul karakter dan kualitas bek berusia 30 tahun itu.
Nah, ini yang bikin suporter PSM khawatir. Kalau rumor itu benar, wajar saja fokus Yuran bisa buyar. Dari situlah muncul anggapan bahwa kapten mereka tak lagi bermain dengan hati dan determinasi penuh untuk Juku Eja. Meski, ya, si pemain sendiri belum buka suara sama sekali.
Masalahnya jadi lebih rumit jika melihat kontrak. Masa bakti Yuran di PSM tinggal sebentar lagi, akan berakhir pada 31 Mei 2026. Artinya, kurang dari setengah musim. Posisi PSM dalam negosiasi jadi serba salah. Kalau tidak segera bertindak, mereka bisa kehilangan pemain penting ini secara cuma-cuma.
Persebaya tentu melihat peluang ini. Mereka punya opsi untuk menebus sisa kontrak Yuran dengan harga yang masih masuk akal. Nilai pasarnya saat ini sekitar Rp6,95 miliar. Untuk bek sekaliber dan seberpengalaman dia, angka itu terbilang wajar.
Sampai detik ini, semua pihak masih bungkam. Manajemen PSM, Persebaya, dan Yuran sendiri belum memberikan klarifikasi resmi. Tapi tekanan dari suporter dan derasnya spekulasi membuat situasi semakin panas. Masa depan sang kapten benar-benar digantungkan pada tanda tanya besar.
Lalu apa yang akan terjadi? Akankah Yuran Fernandes bisa membuktikan loyalitasnya dengan membangkitkan PSM dari keterpurukan? Atau justru bisik-bisik tentang Surabaya ini akan terus menggerogoti konsentrasinya, hingga akhirnya ia benar-benar pergi? Cerita ini masih panjang, dan kita semua hanya bisa menunggu babak selanjutnya di Liga Super musim ini.
Artikel Terkait
Chelsea Kalahkan Leeds di Semifinal Piala FA, Calum McFarlane Akhiri Tren Buruk
Mbappe Cedera, Real Madrid Khawatirkan Keikutsertaannya di El Clasico
Persija Jakarta Bangkit, Hajar Persis Solo 4-0 dan Kembali ke Jalur Perebutan Gelar
Bali United Hajar PSM Makassar 2-0, Irfan Jaya Jadi Mimpi Buruk Kampung Halaman