Tapi, kalau kita tilik statistiknya, ada sedikit tanda tanya. Performa Cumic di klub terakhirnya, Radnik Bijeljina, tidak bisa dibilang mentereng. Dari 18 penampilan, ia hanya mencetak empat gol dan sekali assist. Catatan yang cukup biasa saja untuk seorang striker bayaran mahal.
Beberapa pengamat pun mulai mempertanyakan. Apakah Cumic ini solusi yang tepat untuk masalah kebuntuan gol PSM? Tampaknya manajemen punya pertimbangan lain. Postur tubuhnya yang besar, pengalaman bermain di Eropa, dan potensi adaptasinya dengan gaya permainan PSM mungkin jadi alasan utama mereka mendatangkannya. Mereka melihat sesuatu yang mungkin belum terlihat di statistik kering tadi.
Di sisi lain, kehadiran Cumic ini jelas sebuah sinyal. Sinyal bahwa PSM serius mengevaluasi performa jeblok di putaran pertama. Produktivitas yang kurang maksimal di lini depan memaksa mereka mencari figur baru; seorang target man yang bisa jadi ujung tombak sekaligus pembuka ruang bagi para gelandang dan sayap.
Dengan Cumic di kotak penalti, variasi serangan PSM diharapkan bisa lebih kaya. Umpan-umpan silang dari sayap, atau skema bola mati, punya potensi lebih berbahaya sekarang. Tinggal bagaimana tim menyuplai bola ke dirinya.
Langkah senyap PSM ini, mau tidak mau, membuat kita mengacungi jempol. Mereka memilih bekerja dalam diam, fokus pada eksekusi, bukan pencitraan. Tanpa gembar-gembor, Juku Eja sudah mengamankan pemain yang mereka anggap tepat. Sekarang, tinggal bukti di lapangan.
Nah, yang menarik sekarang adalah bagaimana adaptasi Luka Cumic nanti. Bisakah striker Serbia itu menjawab segala tanda tanya dan menjadi pahlawan yang dibutuhkan oleh lini depan PSM? Itu pertanyaan besar bagi tim kebanggaan Sulawesi Selatan ini. Semuanya akan terjawab seiring bergulirnya putaran kedua. Kita tunggu saja.
Artikel Terkait
Barcelona Hancurkan Real Oviedo, Yamal Sempurnakan Malam dengan Gol Salto
Kurzawa Sambut Sorakan Bobotoh, Persib Kokoh di Puncak Usai Tekuk PSBS Biak
38 Emas di ASEAN Para Games, Kontingen Atletik Indonesia Lampaui Target
Kapten PSM di Ujung Tanduk, Performa Turun dan Rumor Hijrah ke Persebaya