Faktor lain yang menunjang adalah kedekatannya dengan Bernardo Tavares. Pelatih Persebaya itu pernah bilang soal pentingya memiliki bek yang kuat secara fisik.
“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” ujar Tavares suatu kali.
Pernyataannya itu seperti menggambarkan profil ideal Yuran. Bek tinggi, kuat di udara, dan berbahaya saat bola mati.
Tapi, jalan menuju Surabaya tidak mulus. Slot pemain asing Persebaya sudah penuh. Untuk mendatangkannya secara permanen, mereka harus mengorbankan satu pemain asing yang ada langkah yang berbiaya besar karena berarti pemutusan kontrak.
Belum lagi soal nilai transfernya. PSM pasti tak akan melepasnya dengan harga murah. Semua butuh kalkulasi finansial yang rumit.
Mungkin opsi pinjaman lebih realistis. Persebaya bisa melepas sementara satu pemain asing, lalu mendatangkan Yuran dengan status pinjaman. Skema ini lebih aman secara keuangan. Buat PSM sendiri, meminjamkannya bisa memberi ruang bagi Yuran untuk mencari ritme dan kepercayaan diri di tempat baru.
Sekarang, semua tergantung keputusan manajemen kedua klub. Apakah PSM akan bertahan mempertahankan Yuran di tengah teriakan suporter, atau justru membuka pintu bagi kepergiannya?
Buat Yuran sendiri, ini ujian besar. Dia harus memilih: bertahan dan membuktikan semua kritik itu salah, atau memulai babak baru bersama Persebaya.
Menarik untuk ditunggu. Kalau dia bisa kembali ke bentuk terbaiknya, bek 31 tahun ini tetap bisa jadi aset berharga di mana pun dia bermain nantinya.
Artikel Terkait
Berguinho Pecah Kebuntuan, Persib Rebut Puncak Klasemen Usai Atasi PSBS
Tawaran Nyaris Gratis Pescara yang Gagalkan Kepulangan Barba ke Italia
Persebaya Hancurkan PSIM 3-0 di Kandang Sultan Agung
Todoroski Diincar, Bek Kanan PSM Segera Terisi?