SURABAYA – Jelang putaran kedua Super League 2025-2026, Persebaya Surabaya mengambil langkah tegas: efisiensi. Alih-alih melakukan gebyar transfer, manajemen justru merampingkan skuadnya. Mereka hanya mendatangkan satu wajah baru, sementara enam pemain lainnya dilepas. Langkah ini jelas menandai pergeseran strategi. Fokusnya bukan lagi menimbun pemain, melainkan menajamkan peran yang ada dan menyeimbangkan komposisi tim.
Satu-satunya rekrutan anyar itu adalah Pedro Matos, pemain asal Brasil. Klub secara resmi memperkenalkannya lewat unggahan video di akun media sosial @officialpersebaya. Dalam video singkat itu, Matos sudah terlihat nyaman dengan jersey hijau khas Persebaya. Ia bahkan tampak berdampingan dengan Risto Mitrevski di ruang ganti, seolah proses adaptasinya sudah berjalan.
Tak lupa, ia menyapa para pendukung setia. Pesannya singkat tapi penuh semangat.
“Sampai jumpa di GBT pada satu Februari. Salam satu nyali, wani,” ujar Matos.
Namun begitu, kedatangan Matos ini ibarat setetes air di tengah gelombang perampingan. Persebaya secara bersamaan melepas enam pemain sekaligus. Nama-nama seperti Diego Mauricio, Dejan Tumbas, hingga penjaga gawang Rendy Oscario, resmi berpisah dengan Green Force. Keputusan ini diumumkan lewat Instagram resmi klub, lengkap dengan ucapan terima kasih.
Artikel Terkait
Como Hajar Torino 6-0 dan Geser Juventus dari Posisi Kelasemen
Bernardo Tavares: Dari Bayangan Mourinho ke Mimpi Guardiola di Persebaya
Gelombang Pemain Diaspora Serbu Super League, Siapa Lagi yang Ikut Pulang?
Yuran Fernandes, Kapten yang Berubah Jadi Beban PSM