Yuran Fernandes, Kapten yang Berubah Jadi Beban PSM

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:00 WIB
Yuran Fernandes, Kapten yang Berubah Jadi Beban PSM

PSM kebobolan seringkali bukan karena permainan lawan yang luar biasa, tapi lebih karena kesalahan internal yang diulang-ulang. Dan ketika kesalahan itu datang dari sang kapten, efeknya ganda. Mental tim langsung terpengaruh, organisasi pertahanan pun kacau balau.

Kekalahan dari Persijap ini adalah yang kelima secara beruntun. Dan dalam rentetan kelam itu, nama Yuran hampir selalu muncul dalam momen-momen krusial yang merugikan.

Waktunya Evaluasi, Tanpa Sentimen

Sepak bola level profesional itu kejam. Tidak ada jatah main abadi hanya karena jasa di masa lalu.

Pemain muda yang salah? Masih bisa dimaklumi. Pemain asing yang butuh adaptasi? Masih ada toleransi. Tapi kalau kapten tim terus-terusan melakukan blunder fatal? Itu sudah lain cerita. Harus ada pertanggungjawaban.

PSM sedang berjuang keras keluar dari lubang krisis. Dalam situasi seperti ini, beban terberat harus dikurangi, bukan justru dipikul terus.

Mungkin sudah waktunya Yuran tak lagi jadi pilihan utama. Bukan sebagai bentuk hukuman, tapi lebih sebagai keputusan taktis yang rasional untuk kebaikan tim.

Jika Tomas Trucha serius ingin membalikkan keadaan, pesannya harus tegas: tidak ada yang tidak bisa digantikan, termasuk kapten sekalipun.

Keputusan Berat Menanti

Yang dibutuhkan PSM sekarang adalah bek yang cool, disiplin, dan tidak suka mengambil risiko berlebihi di area pertahanan. Kalau Yuran sudah tidak bisa memenuhi kriteria itu lagi, maka pergeseran peran harus segera dilakukan.

Mempertahankan nama besar seorang pemain tidak akan menyelamatkan klasemen. Tapi menjaga gawang agar tak bolong, itulah yang paling penting.

Malam di Jepara adalah pengingat pahit. Yuran Fernandes, dalam kondisi saat ini, lebih banyak menimbulkan masalah daripada solusi.


Halaman:

Komentar