MAKASSAR – Bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 tinggal hitungan hari lagi. Tenggatnya 6 Februari mendatang. Tapi di Makassar, situasinya justru sepi. Bahkan terasa sangat sunyi.
PSM, sang Juku Eja, tampak berdiam diri. Sementara klub-klub lain sibuk memamerkan pemain asing anyarnya, kubu ini belum juga mengumumkan satu nama pun hingga Sabtu (24/1). Isu yang beredar pun masih sebatas kabar burung, belum ada yang benar-benar konkret.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Keputusan untuk tak bergerak di pasar tentu memantik kecemasan sekaligus tanda tanya besar. Apakah manajemen dan pelatih Tomas Trucha begitu percaya diri dengan skuad yang ada? Atau jangan-jangan ada masalah lain yang menghambat, sesuatu yang tak terlihat dari luar?
Hingga pekan ke-18 berjalan, pintu itu masih tertutup rapat. Trucha, yang dulu mengambil alih dari Bernardo Tavares, mungkin merasa legiun asing yang ia warisi sudah cukup mumpuni. Ia memilih untuk tak mengacaukan chemistry yang sudah terbangun.
Namun begitu, strategi ini jelas punya risiko. Persaingan di papan tengah dan atas Super League semakin sengit. Tanpa tambahan tenaga segar, daya tahan dan kedalaman skuad PSM bakal diuji habis-habisan di sisa musim yang padat ini.
Lawan-lawan Justru Makin Ganas
Di sisi lain, lihatlah apa yang dilakukan para pesaing. Mereka justru berlomba-lomba memperkuat diri.
Persebaya Surabaya, misalnya, tampil sangat agresif. Bajul Ijo mendatangkan empat pemain asing sekaligus, termasuk Pedro Matos dan Bruno Paraíba. Ambisi mereka jelas: menduduki puncak klasemen.
Persija Jakarta juga tak mau ketinggalan. Macan Kemayoran terus menambah amunisi di lini serang untuk mempertahankan posisinya.
Shayne Pattynama, bek Timnas Indonesia yang sebelumnya membela Buriram United di Thailand, resmi bergabung. Pemain 27 tahun itu diharapkan bisa memberi dampak langsung.
Tak cuma itu. Persijap Jepara juga mendaftarkan empat pemain asing baru. Salah satunya bomber asal Spanyol, Iker Guarrotxena, yang punya pengalaman di Liga Eropa.
Persis Solo aktif berburu, dengan mendatangkan mantan pemain Persebaya seperti Dejan Tumbas untuk mengokohkan lini tengah.
Dan yang paling menyita perhatian: Persib Bandung. Mereka berhasil memboyong Layvin Kurzawa, mantan pemain PSG asal Prancis. Dengan nilai pasar sekitar Rp13,4 miliar, Kurzawa kini jadi pemain termahal kedua di liga. Langkah yang benar-benar membuat decak kagum.
Pilihan Berisiko Trucha
Jadi, keputusan PSM untuk diam ini ibarat pedang bermata dua. Bisa jadi senjata makan tuan, tapi juga punya peluang untuk membuahkan hasil.
Keuntungannya jelas: keakraban antar pemain sudah solid. Tak perlu waktu buang-buang untuk adaptasi pemain baru ke dalam sistem permainan cepat dan keras warisan Tavares yang masih dipertahankan. Semuanya sudah saling paham.
Tapi kekurangannya juga nyata. Gaya permainan PSM berpotensi mudah ditebak lawan. Lalu, bayangkan jika salah satu pilar asing mereka cedera atau terkena akumulasi kartu. Cadangan yang ada belum tentu sanggup menjaga keseimbangan tim di level yang sama.
Sampai detik ini, belum ada sinyal pergerakan berarti dari kantor manajemen PSM. Waktu terus berjalan, dan bursa transfer sebentar lagi tutup.
Semua mata kini tertuju ke Makassar. Apakah kesetiaan pada skuad lama ini akan jadi keputusan brilian, atau justru jadi bumerang bagi perjalanan Pasukan Ramang di putaran kedua?
Beban berat kini ada di pundak pemain lokal. Tomas Trucha dituntut jeli melakukan rotasi dan memberdayakan pemain muda. Mereka harus bisa tetap bersaing melawan wajah-wajah baru yang lebih segar, dan mungkin, lebih berbahaya. Tantangan yang tidak mudah.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Jerez, Tunjukkan Kematangan dan Progres di Atas Rival
Real Madrid Segera Aktifkan Klausul €9 Juta untuk Tebus Nico Paz dari Como
642 Siswi dari 44 SD/MI Ramaikan Babak Final MilkLife Soccer Challenge Samarinda
Indonesia Menang Dramatis 3-2 atas Thailand di Piala Thomas 2026, Moh Zaki Ubaidillah Jadi Penentu