Di tengah gencatan senjata yang katanya sudah berjalan, Israel ternyata masih terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon. Dalam 24 jam terakhir saja, setidaknya 10 orang dilaporkan tewas. Ironis memang.
Badan Pertahanan Sipil Lebanon mengkonfirmasi, dua warga sipil jadi korban pertama dalam serangan di sebuah bangunan di Majdal Zoun kota kecil di dekat Tyre. Nah, yang bikin miris, serangan susulan di lokasi yang sama justru menewaskan tiga personel Pertahanan Sipil yang sedang sibuk menolong korban dari serangan sebelumnya. Mereka datang untuk membantu, malah jadi sasaran.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, langsung angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, dia mengecam keras insiden ini. Menurut dia, ini bukan sekadar serangan biasa, melainkan bagian dari "serangkaian serangan yang menargetkan pekerja bantuan dan pertolongan pertama." Keras nadanya.
Sementara itu, pihak militer Israel punya versi lain. Mereka bilang ke CNN, serangan di Majdal Zoun itu sebenarnya menargetkan seorang "komandan Hizbullah." Begini bunyi pernyataan resmi mereka:
"IDF menyadari adanya klaim bahwa akibat insiden tersebut, sejumlah pegawai Pertahanan Sipil tewas dan tentara dari Angkatan Darat Lebanon terluka. Rincian insiden tersebut sedang ditinjau."
Mereka juga menekankan, operasi yang dilakukan itu semata-mata melawan Hizbullah yang mereka sebut organisasi teroris bukan melawan Angkatan Darat Lebanon apalagi penduduk sipil. Tapi ya, klaim tetaplah klaim.
Di sisi lain, media pemerintah Lebanon melaporkan, serangan Israel juga menewaskan dua orang di kota Tebnine dan Shaqra, yang letaknya di Lebanon selatan. Kementerian Kesehatan Lebanon menambahkan, satu orang lagi tewas dalam serangan di kota Jwaya. Belum selesai sampai di situ, serangan udara di kota Jebchit dikabarkan menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 13 lainnya.
Menariknya, ketika ditanya soal serangan di Tebnine, Pasukan Pertahanan Israel mengaku "tidak mengetahui" kejadian itu. Sedangkan untuk serangan di Jwaya, mereka bilang targetnya adalah "struktur militer" milik Hizbullah yang didukung Iran. Ada jeda informasi di sini, jelas terlihat.
Sebelumnya, pada hari Senin (27/4), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat bicara ke personel militernya. Ia menegaskan, ketentuan gencatan senjata dengan Lebanon sebenarnya mengizinkan Israel untuk terus melanjutkan pengeboman di seluruh negeri. Katanya:
"Kebebasan bertindak kita untuk menggagalkan ancaman-ancaman langsung dan ancaman yang muncul adalah bagian dari perjanjian yang kita buat dengan Amerika Serikat dan juga dengan pemerintah Lebanon."
Nah, bicara soal data, Kementerian Kesehatan Lebanon pada hari yang sama, Senin (27/4), merilis angka yang cukup mencengangkan. Tercatat 2.521 orang tewas di Lebanon sejak 2 Maret, dan lebih dari 7.800 orang lainnya luka-luka. Angka yang terus bergerak naik, sayangnya.
Artikel Terkait
Serangan Udara Israel Tewaskan Empat Warga Sipil di Gaza, Langgar Gencatan Senjata
Bupati Sidrap Dorong Warga Manfaatkan Ikan Sapu-Sapu sebagai Pakan Ternak dan Konsumsi, Beda Nasib dengan di Jakarta
Polisi Gagalkan Penyelundupan 385 Liter BBM Ilegal di Manggarai Timur
Wakapolri Buka Rakernis Gabungan Empat Fungsi Pusat Polri, Tekankan Tata Kelola Anggaran Akuntabel