Sidang Kasus Dugaan Pelecehan Anak oleh Michael Jackson Dijadwalkan pada 14 Februari 2028

- Minggu, 14 Juni 2026 | 17:30 WIB
Sidang Kasus Dugaan Pelecehan Anak oleh Michael Jackson Dijadwalkan pada 14 Februari 2028

Sidang kasus dugaan pelecehan anak yang melibatkan mendiang Michael Jackson akhirnya dijadwalkan pada 14 Februari 2028. Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian penundaan panjang, menyusul gugatan yang diajukan oleh James Safechuck dan Wade Robson, dua pria yang mengaku sebagai korban pelecehan seksual oleh sang Raja Pop.

Kedua pria tersebut menggugat perusahaan milik Michael Jackson, MJJ Productions dan MJJ Ventures, dalam perkara terpisah pada 2013 dan 2014. Mereka mendakwa perusahaan itu lalai, melanggar kewajiban, dan dengan sengaja menimbulkan penderitaan emosional. Awalnya, tim kuasa hukum para penggugat menginginkan persidangan digelar sebelum film biografi Michael Jackson dirilis pada awal tahun ini. Namun, kasus itu terus mengalami penundaan dan sempat dijadwalkan pada Oktober 2027.

Para pengacara dari kedua belah pihak sepakat untuk menunda tenggat waktu yang seharusnya membawa kasus ini ke meja hijau. Pada Jumat waktu setempat, Hakim Michael E. Whitaker di California menyetujui penetapan tanggal sidang baru. Ia juga memerintahkan semua pihak untuk menghadiri sidang awal pada September mendatang agar proses hukum tetap berjalan sesuai rencana.

Safechuck dan Robson mencuat ke publik setelah tampil dalam film dokumenter Leaving Neverland (2019) garapan sutradara Dan Reed. Film dua bagian itu mengisahkan secara rinci dugaan pelecehan yang mereka alami. Keduanya menuduh bahwa mereka didekati oleh pelantun “Smooth Criminal” itu saat berusia antara tujuh dan sepuluh tahun. Pelecehan disebut terjadi di peternakan Neverland, Santa Barbara, California. Mereka juga menuduh karyawan MJJ Productions dan MJJ Ventures turut membantu memfasilitasi dan menyembunyikan dugaan tersebut.

Pada 2024, para pelapor berhasil mendapatkan hak untuk menggabungkan gugatan mereka setelah sebelumnya ditolak melalui jalur banding. Pengadilan menilai bahwa perusahaan memiliki kewajiban tersendiri untuk melindungi korban.

Sementara itu, film biografi Michael yang mengisahkan kehidupan penyanyi sejak kecil hingga puncak popularitasnya pada akhir 1980-an justru tidak menyinggung tuduhan pelecehan yang terus membayangi namanya. Banyak kritikus menyoroti bahwa cerita dalam film itu berakhir pada 1988, sementara Jackson baru menghadapi tuduhan pertamanya pada 1993. Ketegangan naratif dalam film lebih banyak dialihkan pada hubungannya dengan sang ayah, Joe.

Film Michael awalnya direncanakan menampilkan tuduhan-tuduhan tersebut sebagai bagian dari alur cerita. Namun, sebuah klausul dalam kesepakatan hukum membuat pihak produksi mengeluarkan dana sebesar 15 juta dolar AS untuk pengambilan gambar ulang. Safechuck menyampaikan dukungannya bagi para korban pelecehan seksual anak di tengah perilisan film tersebut. Di sisi lain, sutradara Leaving Neverland, Dan Reed, mempertanyakan mengapa film itu gagal membahas tuduhan pelecehan.

Meskipun pendekatan film terhadap isu ini menuai kontroversi, Michael berhasil meraih kesuksesan di box office. Film ini memecahkan rekor dalam genre biografi musik dengan pendapatan pembukaan global mencapai 217 juta dolar AS, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Bohemian Rhapsody pada 2019.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar