Mendikdasmen Prioritaskan Perbaikan Sekolah Terdampak Bencana

- Jumat, 31 Juli 2026 | 14:36 WIB
Mendikdasmen Prioritaskan Perbaikan Sekolah Terdampak Bencana

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan komitmennya untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak pada tahun ini. Prioritas utama diberikan kepada satuan pendidikan yang terdampak bencana, seperti di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

"Tahun ini kami prioritaskan perbaikan sekolah terdampak bencana. Seperti yang ada di Aceh, Sumbar, dan Sumut. Setelah itu perbaikan di sekolah yang rusak berat. Kemudian perbaikan di sekolah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar)," ujarnya, Jumat (31/7).

Abdul Mu'ti mengungkapkan, perbaikan sekolah di tiga provinsi tersebut telah berjalan. Hingga saat ini, lebih dari tiga ribu sekolah telah diperbaiki, dan sebagian di antaranya telah selesai seratus persen.

"Sudah lebih dari tiga ribu sekolah yang kami perbaiki. Sebagian sudah selesai 100 persen," sambungnya.

Rencananya, pada Agustus 2026, Abdul Mu'ti akan mengunjungi Kabupaten Simeulue, Aceh, untuk menyerahkan bantuan bagi sekolah-sekolah di sana. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen presiden untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Pada 2026 ini kami akan revitalisasi 87 ribu satuan pendidikan di Indonesia. Pada tahun depan di 2027 akan ditambah 100 ribu satuan pendidikan. Mudah-mudahan pada 2028 dan 2029 seluruh sekolah negeri maupun swasta bisa direvitalisasi," terangnya.

Selain revitalisasi, Kemendikdasmen juga akan menambah jumlah Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) di sekolah-sekolah. Pada tahun 2025, setiap satuan pendidikan telah menerima satu unit PID. Tahun ini, masing-masing sekolah dijadwalkan mendapat tambahan dua hingga tiga unit.

"Pada tahun 2026 masing-masing sekolah akan mendapatkan tambahan dua sampai tiga unit PID. Pengiriman PID ke sekolah dimulai September 2026 ini. Sehingga masing-masing sekolah akan mendapatkan dua tambahan PID," imbuhnya.

Sebelumnya, Abdul Mu'ti juga meluncurkan program penyediaan lima juta buku untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7). Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan budaya membaca di kalangan pelajar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags