Istora Senayan, Sabtu (24/1) sore, jadi saksi sebuah kejutan. Sabar Gutama dan Reza Pahlevi, yang sempat melaju mulus, akhirnya tumbang di tangan pasangan junior mereka, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Dua gim berakhir dengan angka 19-21 dan 14-21, mengantarkan Raymond/Joaquin ke babak final Indonesia Masters 2026.
Gim pertama berjalan sesuai skenario Sabar/Reza. Mereka langsung menancapkan dominasi. Permainan agresif, smash tajam beruntun pasangan peraih emas SEA Games 2025 itu seolah tak terbendung. Raymond dan Joaquin terlihat kaget, tertatih-tatih. Skor melesat cepat: 6-0, lalu 9-1. Suasana di tribun mulai panas.
Namun begitu, badai perlahan mereda. Raymond/Joaquin mulai menemukan ritme. Beberapa return yang cerdik mulai membongkar permainan Sabar/Reza, memaksa mereka melakukan sejumlah kesalahan. Perlahan, jarak ketertinggalan menyusut. Interval pertama ditutup dengan skor 11-7, masih untuk keunggulan Sabar/Reza.
Tapi situasi berbalik total setelah jeda. Momentum sepenuhnya berpindah. Raymond/Joaquin seperti mendapat energi baru, menekan tanpa ampun. Dari tertinggal, mereka menyamakan kedudukan, lalu berbalik unggul 13-16. Tekanan terhadap senior mereka begitu kuat. Sabar/Reza terlihat gugup, beberapa kali melakukan error yang sebenarnya bisa dihindari. Gim pertama pun harus mereka lepas 19-21.
Gim kedua berlangsung lebih ketat di awal. Kedua pasangan saling jegal, saling menanggapi. Namun, setelah tertinggal 6-4, Raymond/Joaquin kembali menunjukkan konsistensi. Mereka berbalik unggul 6-8. Di sini perbedaannya jelas: Raymond/Joaquin bermain lebih klinis dan efisien. Sementara Sabar/Reza, sayangnya, masih terganjal kesalahan-kesalahan mandiri. Interval kedua berakhir 9-11 untuk keunggulan pasangan junior.
Selepas jeda, Raymond/Joaquin sama sekali tak melepas pedal gas. Mereka terus mendikte permainan, memaksa Sabar/Reza bertahan. Upaya comeback dari pasangan senior itu selalu berhasil dipatahkan. Sabar dan Reza tampak kehabisan akal, sulit keluar dari tekanan yang begitu rapi.
Pada akhirnya, kemenangan itu jatuh ke pangkuan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Sebuah kemenangan yang cukup meyakinkan di gim penutup, 14-21. Laga ini bukan cuma soal tiket final, tapi juga pernyataan: generasi baru siap mengambil alih.
Artikel Terkait
PSM Makassar Andalkan Empat Bek Asing dan Victor Dethan untuk Curi Poin dari Bali United
PBVSI Panggil 17 Pemain Timnas Voli Putri, Megawati Hangestri Tetap Diandalkan Meski Cedera
Kiandra Ramadhipa Bangkit dari Posisi 17, Kebut ke Peringkat Kedua Klasemen Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026
Persija Jamu Persis di Laga Penentu: Macan Kemayoran Kejar Asa Juara, Laskar Sambernyawa Berjuang Hindari Degradasi