Spekulasi Masa Depan Robertson: Antara Loyalitas dan Menit Bermain
Gosip transfer mulai menghangat. Andy Robertson, sang bek kiri andalan Liverpool asal Skotlandia itu, dikabarkan mulai memikirkan langkah selanjutnya. Kabar ini muncul persis ketika Tottenham Hotspur disebut-sebut punya ketertarikan serius untuk memboyongnya pada bursa transfer Januari 2026 nanti.
Sejak dibeli dari Hull City tahun 2017 silam, Robertson bukan sekadar pemain biasa. Dia tumbuh menjadi pilar. Gaya mainnya agresif, stamina-nya seolah tak ada habisnya, dan determinasinya mewakili semangat Liverpool di era modern. Hampir sembilan musim membela The Reds, ratusan penampilan ia kumpulkan. Gelar-gelar bergengsi pun diraihnya: Premier League, Liga Champions, FA Cup, hingga Piala Dunia Antarklub. Namanya sudah melekat dengan sejarah kesuksesan klub.
Tapi musim ini, ceritanya agak berbeda. Di bawah kendali pelatih baru Arne Slot, situasi berubah. Kedatangan Milos Kerkez seolah menggeser posisinya. Robertson tak lagi jadi pilihan utama. Menit bermainnya menyusut, dan hal itu tentu memantik pertanyaan. Bagi pemain sekalibernya, duduk lebih lama di bangku cadangan jelas bukan hal yang diinginkan. Wajar saja jika kemudian ia mempertimbangkan opsi lain. Bagaimanapun, performa dan karier di level tertinggi harus tetap terjaga.
Artikel Terkait
PSM Makassar Bertekad Hentikan Tren Negatif di Kandang Persijap
PSM Makassar Bertekad Curi Poin di Kandang Persijap Meski Ditinggal Dua Pilar
PSM Makassar Bertekad Hancurkan Pesta Persijap Meski Ditinggal Dua Pilar
Diam di Tengah Hiruk-Pikuk Bursa, Strategi PSM Bakal Jadi Senjata atau Bumerang?