Jalannya sudah cukup mulus. Sebelum melangkah ke Moto3, Veda sudah lebih dulu menyabet gelar juara Asia Talent Cup 2023. Sekarang, dengan dukungan sponsor yang sama yang menyokong bintang-bintang seperti Jorge Martin dan Pedro Acosta, modalnya untuk bersaing di Grand Prix terasa jauh lebih solid.
Lantas, apa sebenarnya arti dukungan Red Bull ini?
Ini bukan cuma soal dana atau logo di helm dan baju. Sebagai atlet mereka, Veda kemungkinan besar akan mendapat akses ke Red Bull Athletic Performance Center. Di sana, ia akan menjalani pelatihan fisik dan program nutrisi tingkat tinggi, layaknya pembalap elite MotoGP.
Secara mental, memakai branding yang sama dengan legenda seperti Marc Marquez pasti memberi suntikan kepercayaan diri yang besar. Apalagi buat pembalap muda yang harus bertarung di sirkuit-sirkuit Eropa yang ketat.
Di sisi lain, Red Bull punya sistem penjenjangan yang sangat rapi lewat KTM GP Academy. Jika performa Veda di Moto3 konsisten dan cemerlang, jalan menuju Moto2 bahkan MotoGP lewat tim pabrikan KTM akan terbuka lebih lebar. Peluangnya nyata.
Tak bisa dimungkiri, Veda kini memikul harapan yang sangat besar. Ekspektasi publik otomotif Indonesia tentu melonjak seiring status barunya. Tapi, ini justru tantangan yang tepat bagi pembalap yang sudah menunjukkan kematangan luar biasa di usia sangat muda.
Semuanya sudah siap. Sekarang, saatnya Veda Ega Pratama tancap gas di Moto3.
Artikel Terkait
PSM Makassar Bertekad Hentikan Tren Negatif di Kandang Persijap
PSM Makassar Bertekad Curi Poin di Kandang Persijap Meski Ditinggal Dua Pilar
PSM Makassar Bertekad Hancurkan Pesta Persijap Meski Ditinggal Dua Pilar
Diam di Tengah Hiruk-Pikuk Bursa, Strategi PSM Bakal Jadi Senjata atau Bumerang?