Lalu apa masalahnya? Ternyata, kekhawatiran justru datang dari hal non-teknis. Adaptasi. Sepanjang kariernya, Joey Pelupessy cuma main di Eropa. Belum pernah sekalipun merasakan atmosfer sepak bola Asia, apalagi Indonesia. Itu risiko yang nyata.
“Mungkin yang dikhawatirkan adalah masa adaptasinya. Joey belum pernah bermain di luar Eropa, dan itu bisa jadi pertimbangan besar,” sebut Bung Binder.
Melihat jalan buntu ini, Persib disebut mulai bersikap lebih realistis. Klub sebesar itu tentu tak mau berlama-lama terjebak dalam pembicaraan yang tak jelas ujung pangkalnya. “Kalau sudah deadlock, seharusnya Persib berpaling ke target lain,” terang pengamat itu.
Di sisi lain, kebuntuan Persib justru jadi angin segar bagi klub lain. Salah satunya adalah Persebaya Surabaya. Kabarnya, Bajul Ijo sudah siap memanfaatkan momen ini. Nama Joey Pelupessy masuk dalam daftar target mereka untuk paruh musim nanti.
Tim asuhan Bernardo Tavares itu memang sedang berbenah. Mereka ingin membangun skuad yang lebih kompetitif, bisa bersaing di papan atas. Kehadiran gelandang berpengalaman seperti Pelupessy tentu bisa memberi dampak besar, baik secara teknis maupun mental.
Tapi, jalan menuju ke sana nggak akan mulus. Selain Persib, klub seperti Dewa United juga disebut ikut memantau situasi sang pemain. Kalau akhirnya Joey benar-benar memutuskan hijrah ke Indonesia, persaingan memperebutkan tanda tangannya dipastikan akan ketat. Semua masih terbuka lebar.
Artikel Terkait
Persib Buka Suara Soal Isu Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman
Persib Kejar Gelar, Persebaya dan PSM Berjuang di Jalur Berbeda Jelang Akhir Musim
Juventus Incar Emiliano Martinez, Kiper Aston Villa, untuk Perkuat Mistar Gawang
PSM Makassar Kembali Dihukum FIFA, Dilarang Transfer Tiga Periode